Korban Penembakan Anggota Geng Motor, IPW: Petugas Boleh Melepas Tembakan
Selasa, 26 November 2024 - 21:52 WIB
loading...
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan dari Polrestabes Semarang terkait penembakan siswa hingga tewas. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Indonesia Police Watch ( IPW ) Sugeng Teguh Santoso, menanggapi insiden penembakan yang menewaskan seorang pelajar dalam aksi tawuran di Semarang.
Sugeng menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima, korban meninggal dunia merupakan anggota salah satu dari dua kelompok geng (kreak) yang terlibat bentrokan di depan sebuah minimarket.
“Tindakan yang diambil polisi dapat dibenarkan. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP), dalam situasi terancam atau terdesak, petugas memang diperbolehkan melepaskan tembakan untuk melumpuhkan guna mencegah timbulnya korban lebih banyak,” ujar Sugeng, Selasa (26/11/2024).
Baca juga: Siswa Paskibra Tewas Ditembak Polisi di Semarang, Sahabat Tak Percaya Gamma Ikut Gangster dan Tawuran
Menurutnya, tembakan tersebut kemungkinan diarahkan ke bagian tubuh yang relatif aman, seperti kaki. Namun, kondisi dinamis di lapangan dapat menyebabkan peluru mengenai bagian tubuh lain, seperti pinggang. "Tujuannya adalah melumpuhkan, bukan untuk menghilangkan nyawa," jelasnya.
Sugeng juga mengungkapkan berdasarkan informasi awal, polisi yang berada di lokasi kejadian berniat melerai tawuran. Namun, petugas justru diserang oleh kelompok geng motor sehingga memaksa mereka mengambil tindakan dengan menembak.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Gamma Rizkynata Oktafandy, Siswa Paskibra Korban Penembakan Oknum Polisi
Sugeng menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima, korban meninggal dunia merupakan anggota salah satu dari dua kelompok geng (kreak) yang terlibat bentrokan di depan sebuah minimarket.
“Tindakan yang diambil polisi dapat dibenarkan. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP), dalam situasi terancam atau terdesak, petugas memang diperbolehkan melepaskan tembakan untuk melumpuhkan guna mencegah timbulnya korban lebih banyak,” ujar Sugeng, Selasa (26/11/2024).
Baca juga: Siswa Paskibra Tewas Ditembak Polisi di Semarang, Sahabat Tak Percaya Gamma Ikut Gangster dan Tawuran
Menurutnya, tembakan tersebut kemungkinan diarahkan ke bagian tubuh yang relatif aman, seperti kaki. Namun, kondisi dinamis di lapangan dapat menyebabkan peluru mengenai bagian tubuh lain, seperti pinggang. "Tujuannya adalah melumpuhkan, bukan untuk menghilangkan nyawa," jelasnya.
Sugeng juga mengungkapkan berdasarkan informasi awal, polisi yang berada di lokasi kejadian berniat melerai tawuran. Namun, petugas justru diserang oleh kelompok geng motor sehingga memaksa mereka mengambil tindakan dengan menembak.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Gamma Rizkynata Oktafandy, Siswa Paskibra Korban Penembakan Oknum Polisi
Lihat Juga :