Pemkab Asahan Belum Berdaya Atasi Banjir
Jum'at, 19 Juni 2020 - 14:07 WIB
loading...
Pemerintah Kabupaten Asahan belum berdaya mengatasi persoalan banjir sampai saat ini. (Foto/Ist)
A
A
A
KISARAN - Pemerintah Kabupaten Asahan belum berdaya mengatasi persoalan banjir sampai saat ini. Setiap tahunnya bencana banjir terus melanda. Khususnya wilayah yang berada di sekitar aliran sungai dan anak-anak sungai yang mengiris bumi Rambate Rata Raya ini.
Menurut Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga, bahwa salah satu faktor utama terjadinya banjir akibat sedimentasi (pedangkalan) sungai.
Sungai-sungai yang ada, seperti Sungai Aek Silau, Sungai Piasa dan sungai-sungai lainnya tak mampu menampung aliran air dari hulu sungai yang ada di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar, jika intensitas curah hujan cukup tinggi.
Dinding-dinding sungai tak mampu menampung tingginya debit air sehingga meluap dan menggenangi rumah-rumah warga. Hal itu diperparah dengan sistem drainase yang kurang baik, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungan. (BACA JUGA: Tujuh Desa di Asahan Terendam Banjir)
"Solusinya adalah dengan menormalisasi sungai dari hulu ke hilir," kata Khaidir Sinaga saat dikonfirmasi SINDOnews.com melalui Kasubbid Kedaruratan BPBD Asahan, Zulfahri Harahap, di Kisaran, Jumat (19/6/2020).
Menurut Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga, bahwa salah satu faktor utama terjadinya banjir akibat sedimentasi (pedangkalan) sungai.
Sungai-sungai yang ada, seperti Sungai Aek Silau, Sungai Piasa dan sungai-sungai lainnya tak mampu menampung aliran air dari hulu sungai yang ada di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematang Siantar, jika intensitas curah hujan cukup tinggi.
Dinding-dinding sungai tak mampu menampung tingginya debit air sehingga meluap dan menggenangi rumah-rumah warga. Hal itu diperparah dengan sistem drainase yang kurang baik, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungan. (BACA JUGA: Tujuh Desa di Asahan Terendam Banjir)
"Solusinya adalah dengan menormalisasi sungai dari hulu ke hilir," kata Khaidir Sinaga saat dikonfirmasi SINDOnews.com melalui Kasubbid Kedaruratan BPBD Asahan, Zulfahri Harahap, di Kisaran, Jumat (19/6/2020).
Lihat Juga :