Warga Playen Tangkap Ular Sanca Sepanjang 3,5 Meter saat Pasang Racun Tikus

Rabu, 06 April 2022 - 06:07 WIB
loading...
Warga Playen Tangkap Ular Sanca Sepanjang 3,5 Meter saat Pasang Racun Tikus
Seekor ular jenis Sanca kembang berukuran besar ditemukan di ladang warga. MPI/Erfan
A A A
BANTUL - Warga Padukuhan Banaran IV, Kelurahan Banaran, Kapanewon Playen geger. Seekor ular jenis Sanca kembang berukuran besar ditemukan di ladang wilayah mereka.

Ular tersebut berhasil diamankan oleh seorang warga bernama Wadimin saat sedang memasang racun tikus bersama anaknya Rusdiyanto di ladang miliknya.

Wadimin mengaku, saat itu anaknya bermaksud memasang racun tikus di ladang. Sebab, tanaman kacang mereka di tegalan banyak diserang hama tikus. Saat anaknya di tegalan pas lagi mengaduk racun tikus, di sampingnya lewat seekor ular yang cukup besar.

"Kemungkinan ular itu sedang mencari tikus untuk dimangsa. Anak saya seorang tentara, jadi tidak takut melihat ular," kata dia, Selasa (5/4/2022).

Namun karena anaknya memperkirakan ular cukup besar dan tidak mampu menangkapnya sendiri, kemudian sang anak pulang dan mengajaknya untuk membantu menangkapnya. Berbekal lampu senter dan karung, Wadimin dan anaknya kembali ke ladang, dan ternyata ular itu masih berada di tengah ladang.

Mereka kemudian bahu membahu menangkap ular tersebut. Setelah tertangkap kemudian dibawa pulang dan menjadi tontonan warga. Kini ular tersebut diletakkan di dalam kandang ayam.

"Panjangnya sekitar 3,5 meter, dan beratnya hampir 7 kg, jenis ularnya Puspa Pajang," imbuh Wadimin. Baca: Geger! Hakim PN Makale Ditemukan Tewas di Rumahnya.

Tegalan milik Wadimin letaknya memang berdekatan dengan kawasan hutan Wanagama. Kemungkinan besar ular ini habitatnya ada di hutan Wanagama. Terlebih warga yang lain juga pernah menangkap ular seperti ini, setelah dikurung akhirnya lepas lagi dan hilang. Baca Juga: Kasus COVID-19 Terus Melandai, Kota Cimahi Akhirnya Masuk Zona PPKM Level 2.

"Tak tahu ular ini mau diapakan oleh anak saya, tapi saya minta untuk dibawa pergi dari sini, saya tidak tahan baunya," tutur Wadimin.
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1493 seconds (10.177#12.26)