Demo Darurat Sampah Ricuh, 2 Kubu Massa Saling Pukul di Depan Kantor Bupati Polman
Selasa, 29 Maret 2022 - 21:35 WIB
loading...
Aksi unjuk rasa darurat sampah di Kabupaten Polewali Mandar ricuh. 2 kubu massa saling baku pukul di depan Kantor Bupati Polman, Selasa (29/3/2022). Foto: iNewsTV/Huzair Zainal
A
A
A
POLEWALI - Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan masyarakat yang protes persoalan sampah di depan kantor bupati Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) diwarnai kericuhan .
Dua kubu massa pro dan kontra ini bahkan terlibat bentrok saling hantam. Kericuhan dipicuh lantaran massa aksi hendak membuang sampah di depan kantor bupati sebagai bentuk protes namun dihalau massa lain.
Dari pantauan di lapagan, awalnya, aksi ratusan massa dari aliansi peduli krisis sampah yang di depan kantor Bupati Polewali Mandar berjalan damai, di mana massa yang menggelar demo ini membawa dua truk sampah.
Baca juga: Bentrok Antar Fakultas Pecah di UIN Makassar, Wakil Dekan dan Mahasiswa Terluka Parah
Kericuhan pun pecah saat massa hendak menurunkan sampah tersebut di depan pintu masuk kantor bupati, di mana sejumlah massa lainnya tiba-tiba menyerang pengunjuk rasa hingga keributan tak terhindarkan.
Aksi baku hantam pun terjadi bahkan saling kejar dan mobil truk yang memuat sampah tersebut nyaris dirusak.
Aparat kepolisian dan TNI yang berada di lokasi berusaha melerai bentrokan antar dua kubu ini. Untuk menghidnari kericuhan berlanjut aparat memisahkan dua kubu massa tersebut.
Demo terkait persoalan sampah yang hampir dua bulan terjadi di Polewali Mandar ini juga diwarnai dengan aksi bakar ban bekas.
Baca juga: Penampakan 3 Bersaudara Nekat Bakar Rumah saat Dievakuasi Polisi, Nyaris Dihakimi Warga
Massa mendesak untuk bertemu dengan Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar, sayangnya tuntutan massa tidak dipenuhi lantaran bupati tak berada di kantor.
Aksi unjuk rasa ini sendiri dilakukan lantaran darurat sampah yang kian hari makin mengkhawatirkan pascaditutupnya TPA Paku. Massa meminta tanggung jawab pemda.
Diketahui saat ini tumpukan sampah terjadi di mana-mana terutama di wilayah Kecamatan Wonomulyo yang menjadi pusat perekonomian dan pasar modern terbesar di Polman.
Baca juga: Miris! di Polman Jenazah Ini Harus Ditandu 10 Kilometer Selama 4 Jam untuk Dimakamkan
Warga mengaku tak tahan dengan bau busuk yang ditimbulkan akibat tumpukan sampah yang belum diangkut Dinas Kebersihan sejak hampir sebulan ini.
Berbagai cara telah dilakukan pemerintah daerah namuntak membuahkan hasil. Bahkan beberapa lokasi yang rencananya akan dijadikan TPA sementara pun ditolak warga.
Hingga berita ini diturunkan massa masih terus berdatangan dari beberapa lokasi dengan pengawalan ketat polisi dan TNI.
Dua kubu massa pro dan kontra ini bahkan terlibat bentrok saling hantam. Kericuhan dipicuh lantaran massa aksi hendak membuang sampah di depan kantor bupati sebagai bentuk protes namun dihalau massa lain.
Dari pantauan di lapagan, awalnya, aksi ratusan massa dari aliansi peduli krisis sampah yang di depan kantor Bupati Polewali Mandar berjalan damai, di mana massa yang menggelar demo ini membawa dua truk sampah.
Baca juga: Bentrok Antar Fakultas Pecah di UIN Makassar, Wakil Dekan dan Mahasiswa Terluka Parah
Kericuhan pun pecah saat massa hendak menurunkan sampah tersebut di depan pintu masuk kantor bupati, di mana sejumlah massa lainnya tiba-tiba menyerang pengunjuk rasa hingga keributan tak terhindarkan.
Aksi baku hantam pun terjadi bahkan saling kejar dan mobil truk yang memuat sampah tersebut nyaris dirusak.
Aparat kepolisian dan TNI yang berada di lokasi berusaha melerai bentrokan antar dua kubu ini. Untuk menghidnari kericuhan berlanjut aparat memisahkan dua kubu massa tersebut.
Demo terkait persoalan sampah yang hampir dua bulan terjadi di Polewali Mandar ini juga diwarnai dengan aksi bakar ban bekas.
Baca juga: Penampakan 3 Bersaudara Nekat Bakar Rumah saat Dievakuasi Polisi, Nyaris Dihakimi Warga
Massa mendesak untuk bertemu dengan Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar, sayangnya tuntutan massa tidak dipenuhi lantaran bupati tak berada di kantor.
Aksi unjuk rasa ini sendiri dilakukan lantaran darurat sampah yang kian hari makin mengkhawatirkan pascaditutupnya TPA Paku. Massa meminta tanggung jawab pemda.
Diketahui saat ini tumpukan sampah terjadi di mana-mana terutama di wilayah Kecamatan Wonomulyo yang menjadi pusat perekonomian dan pasar modern terbesar di Polman.
Baca juga: Miris! di Polman Jenazah Ini Harus Ditandu 10 Kilometer Selama 4 Jam untuk Dimakamkan
Warga mengaku tak tahan dengan bau busuk yang ditimbulkan akibat tumpukan sampah yang belum diangkut Dinas Kebersihan sejak hampir sebulan ini.
Berbagai cara telah dilakukan pemerintah daerah namuntak membuahkan hasil. Bahkan beberapa lokasi yang rencananya akan dijadikan TPA sementara pun ditolak warga.
Hingga berita ini diturunkan massa masih terus berdatangan dari beberapa lokasi dengan pengawalan ketat polisi dan TNI.
(nic)
Lihat Juga :