Produsen Jamu Ini Sumbang 1.500 Botol Herbal untuk Pasien Covid-19
Selasa, 16 Juni 2020 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan Herbal JSH Sido Muncul ini nantinya akan disalurkan kepada rumah sakit darurat dan jaringan rumah sakit TNI/Polri. Harapannya bisa meningkatkan imunitas tubuh para pasien yang tengah menjalani perawatan.
“Kita akan lihat dulu indikasinya apa. Kalau memang obat herbal ini untuk meningkatkan kesehatan dan ketahanan tubuh, maka bisa dipakai untuk siapa saja. Salah satunya sekarang ini pasien yang terpapar Covid-19 dari OTG (orang tanpa gejala) cukup tinggi. Karenanya penting untuk meningkatkan kesehatan tubuh agar tidak tertular,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi.
Direktur Utama RSUD dr Soetomo ini mengatakan, sekarang ini melakukan protokol kesehatan juga sangat penting. Mulai physical distancing, memakai masker dan sering mencuci tangan.(baca juga: Unej Masuk 20 Besar Perguruan Tinggi versi 4ICU UniRank 2020 )
“Kita tidak tahu seberapa imunitas tubuh kita meski sudah memakai berbagai macam obat. Sehingga menjaga kesehatan dan mematuhi potokol kesehatan harus tetap dilaksanakan,” tandasnya.
Terkait keberadaan obat tradisional atau herbal, dr Joni mengatakan obat tradisional berbeda dengan obat medical. Sebagai khasanah budaya dan warian nenek moyang , wajib dilestarikan.
“Yang penting adalah obat tersebut aman dan tidak toksik terhadap tubuh. Terutama obat tradisional yang sudah sangat merakyat itu perlu dikaji,” katanya.
“Kita akan lihat dulu indikasinya apa. Kalau memang obat herbal ini untuk meningkatkan kesehatan dan ketahanan tubuh, maka bisa dipakai untuk siapa saja. Salah satunya sekarang ini pasien yang terpapar Covid-19 dari OTG (orang tanpa gejala) cukup tinggi. Karenanya penting untuk meningkatkan kesehatan tubuh agar tidak tertular,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi.
Direktur Utama RSUD dr Soetomo ini mengatakan, sekarang ini melakukan protokol kesehatan juga sangat penting. Mulai physical distancing, memakai masker dan sering mencuci tangan.(baca juga: Unej Masuk 20 Besar Perguruan Tinggi versi 4ICU UniRank 2020 )
“Kita tidak tahu seberapa imunitas tubuh kita meski sudah memakai berbagai macam obat. Sehingga menjaga kesehatan dan mematuhi potokol kesehatan harus tetap dilaksanakan,” tandasnya.
Terkait keberadaan obat tradisional atau herbal, dr Joni mengatakan obat tradisional berbeda dengan obat medical. Sebagai khasanah budaya dan warian nenek moyang , wajib dilestarikan.
“Yang penting adalah obat tersebut aman dan tidak toksik terhadap tubuh. Terutama obat tradisional yang sudah sangat merakyat itu perlu dikaji,” katanya.
Lihat Juga :