Kanwil Kemenkumham Jatim Siapkan Protokol Kesehatan di Lapas-Rutan
Selasa, 16 Juni 2020 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
“Total, ada 44 bilik yang disiapkan untuk sekali periode waktu kunjungan setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)," terangnya. (baca juga: Pasien Sembuh di Kediri Terus Bertambah, Jumlahnya Kini 26 Orang )
Pihak Lapas telah menyusun rencana aturan yang akan diterapkan. Rencananya, setiap WBP hanya boleh dikunjungi maksimal selama 20 menit. Dan dalam interval 15 hari. Sehingga maksimal setiap bulannya hanya bisa dijenguk sebanyak 2 kali saja.
Selain itu, hanya keluarga inti saja yang boleh menjenguk. Maksimal 2 orang, itupun harus bergantian. Saat satu bercengkrama, satu anggota keluarga yang lain menunggu dengan jarak yang sesuai dengan anjuran physical distancing. “Teman, sahabat atau tetangga belum boleh menjenguk secara langsung,” urainya.
Meski sudah menyiapkan sarana dan prasarana yang ada, lanjut Krismono, implementasinya masih akan menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dirjen Pemasyarakatan. Karena sampai saat ini Dirjen Pemasyarakatan masih menggodok aturan untuk menghadapi new normal. “Sampai saat ini masih digodok, karena banyak sekali pertimbangan yang harus diakomodir,” terangnya
Pihak Lapas telah menyusun rencana aturan yang akan diterapkan. Rencananya, setiap WBP hanya boleh dikunjungi maksimal selama 20 menit. Dan dalam interval 15 hari. Sehingga maksimal setiap bulannya hanya bisa dijenguk sebanyak 2 kali saja.
Selain itu, hanya keluarga inti saja yang boleh menjenguk. Maksimal 2 orang, itupun harus bergantian. Saat satu bercengkrama, satu anggota keluarga yang lain menunggu dengan jarak yang sesuai dengan anjuran physical distancing. “Teman, sahabat atau tetangga belum boleh menjenguk secara langsung,” urainya.
Meski sudah menyiapkan sarana dan prasarana yang ada, lanjut Krismono, implementasinya masih akan menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dirjen Pemasyarakatan. Karena sampai saat ini Dirjen Pemasyarakatan masih menggodok aturan untuk menghadapi new normal. “Sampai saat ini masih digodok, karena banyak sekali pertimbangan yang harus diakomodir,” terangnya
(msd)
Lihat Juga :