Perajin Batik New Normal Bogor Dibekali Pengolahan Limbah
Selasa, 18 Januari 2022 - 19:31 WIB
loading...
Para perajin di Kampung Batik New Normal, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, diajari cara mengolah limbah produksi. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Para perajin di Kampung Batik New Normal , Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor , diajari cara mengolah limbah produksi. Pengolahan limbah agar tidak menimbulkan dampak negatif ke lingkungan.
Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Universitas Pakuan (Unpak) Bogor Eneng Tita Tosida mengatakan, pihaknya bersama dosen dan mahasiswa telah membentuk Kampung Batik New Normal Bogor pada Desember 2021. Program ini terlaksana melalui Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi Swasta, Ditjen Dikti Ristek, Kemendikbud 2021.
"Program pembentukan Kampung Batik ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari multidisiplin ilmu di antaranya Ilmu Komputer, Kimia, Farmasi, Manajemen, dan Pendidikan Dasar," kata Eneng dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (18/1/2022). Baca juga: Pengmas Vokasi UI Hadirkan Jejaring Khusus untuk Perajin Rajutan di Depok
Menurutnya, Kampung Batik New Normal di Desa Tegal diharapkan dapat menghasilkan batik yang ramah lingkungan. Karena itu para perajin dibekali cara pengolahan limbah agar limbah yang dihasilkan dari produksi batik tidak langsung dibuang ke lingkungan.
Pembekalan pengolahan limbah batik di Kampung Batik New Normal diberikan oleh beberapa dosen Ilmu Kimia yakni Siti Warnasih, Ani Iryani, dan Fahru Rozi. Ketiganya telah berpengalaman dalam melakukan pengolahan limbah zat warna.
Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Universitas Pakuan (Unpak) Bogor Eneng Tita Tosida mengatakan, pihaknya bersama dosen dan mahasiswa telah membentuk Kampung Batik New Normal Bogor pada Desember 2021. Program ini terlaksana melalui Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi Swasta, Ditjen Dikti Ristek, Kemendikbud 2021.
"Program pembentukan Kampung Batik ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari multidisiplin ilmu di antaranya Ilmu Komputer, Kimia, Farmasi, Manajemen, dan Pendidikan Dasar," kata Eneng dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (18/1/2022). Baca juga: Pengmas Vokasi UI Hadirkan Jejaring Khusus untuk Perajin Rajutan di Depok
Menurutnya, Kampung Batik New Normal di Desa Tegal diharapkan dapat menghasilkan batik yang ramah lingkungan. Karena itu para perajin dibekali cara pengolahan limbah agar limbah yang dihasilkan dari produksi batik tidak langsung dibuang ke lingkungan.
Pembekalan pengolahan limbah batik di Kampung Batik New Normal diberikan oleh beberapa dosen Ilmu Kimia yakni Siti Warnasih, Ani Iryani, dan Fahru Rozi. Ketiganya telah berpengalaman dalam melakukan pengolahan limbah zat warna.
Lihat Juga :