175 Tenaga Kesehatan di Jawa Timur Positif Terinfeksi COVID-19
Selasa, 16 Juni 2020 - 00:20 WIB
loading...
Hingga Senin (15/6/2020), sebanyak 175 tenaga kesehatan (nakes) di Jatim positif terinfeksi COVID-19. FOTO : DOK SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Hingga Senin (15/6/2020), sebanyak 175 tenaga kesehatan (nakes) di Jatim positif terinfeksi COVID-19. Angka ini berasal dari Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur (Jatim).
Dari jumlah tersebut, terbanyak berasal dari Surabaya dengan jumlah 45 kasus. Disusul Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Sidoarjo yang masing-masing sebanyak 12 kasus.
Nakes yang terpapar virus corona itu terdiri dari dokter, perawat, tenaga laboratorium, cleaning service kamar, sopir ambulan, dokter gigi, karyawan RS, apoteker, admin RS, petugas surveilans, bidan dan juga petugas gizi. Para nakes positif COVID-19 ini berasal dari sejumlah RS di Jatim. Dari total jumlah nakes positif COVID-19, yang meninggal dunia sebanyak 3 persen.
“Dari jumlah tenaga kesehatan yang positif COVID-19, terbanyak adalag perawat dan dokter,” kata Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso di Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2020).(Baca juga : Ratusan Warga Blitar Mulai Berburu Surat Sehat Bebas Covid-19 )
Kohar menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan tracing atau pelacakan. Baik ke keluarga nakes yang terpapar maupun memperketat protokol kesehatan bagi nakes saat menjalankan tugas di tengah pandemi. Menurutnya, para nakes yang terpapar tidak terpapar saat merawat pasien COVID-19. Melainkan di luar ruang perawatan pasien COVID-19. “Kebanyakan tertular dari luar rumah sakit,” tandas Kohar.
Dari jumlah tersebut, terbanyak berasal dari Surabaya dengan jumlah 45 kasus. Disusul Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Sidoarjo yang masing-masing sebanyak 12 kasus.
Nakes yang terpapar virus corona itu terdiri dari dokter, perawat, tenaga laboratorium, cleaning service kamar, sopir ambulan, dokter gigi, karyawan RS, apoteker, admin RS, petugas surveilans, bidan dan juga petugas gizi. Para nakes positif COVID-19 ini berasal dari sejumlah RS di Jatim. Dari total jumlah nakes positif COVID-19, yang meninggal dunia sebanyak 3 persen.
“Dari jumlah tenaga kesehatan yang positif COVID-19, terbanyak adalag perawat dan dokter,” kata Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso di Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2020).(Baca juga : Ratusan Warga Blitar Mulai Berburu Surat Sehat Bebas Covid-19 )
Kohar menambahkan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan tracing atau pelacakan. Baik ke keluarga nakes yang terpapar maupun memperketat protokol kesehatan bagi nakes saat menjalankan tugas di tengah pandemi. Menurutnya, para nakes yang terpapar tidak terpapar saat merawat pasien COVID-19. Melainkan di luar ruang perawatan pasien COVID-19. “Kebanyakan tertular dari luar rumah sakit,” tandas Kohar.
Lihat Juga :