Kapal Bocor Puluhan TKI Ilegal Batal Menyeberang ke Malaysia

Senin, 07 Maret 2022 - 03:31 WIB
loading...
Kapal Bocor Puluhan TKI Ilegal Batal Menyeberang ke Malaysia
Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal gagal berangkat ke Malaysia, karena kapal yang ditumpangi bocor. Foto/iNews TV/Fadly Pelka
A A A
BATUBARA - Kapal Motor (KM) Barokah, yang digunakan mengangkut sebanyak 34 Pekerja Minrgan Indonesia (PMI) ilegal, mengalami kebocoran saat hendak menuju Malaysia, dari jalur tikus di wilayah Asahan. Akhirnya, para PMI ilegal yang berjumlah 34 orang ini kembali ke daratan.

Baca juga: Penampakan 22 TKI Ilegal di Pesisir Pantai Sepahat Bengkalis, Usai Gagal Berangkat ke Malaysia

Para PMI ilegal dari berbagai daerah di Indonesia ini, berhasil diselamatkan dari kebocoran kapal yang mereka tumpangi. Mereka kembali ke daratan melalui Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.



Setelah berada di daratan, para PMI ilegal ini sempat diinapkan di rumah-rumah penduduk, sambil menunggu proses pertukaran kapal untuk diberangkatkan kembali ke Malaysia. Para PMI ilegal ini terdiri dari 26 orang pria dan tujuh orang wanita, serta satu anak-anak.

Baca juga: Penuh Semangat, Pensiunan Guru hingga Tukang Sayur Dukung Anies Baswedan Jadi Capres

Rata-rata PMI ilegal tersebut berasal dari sejumlah daerah di NTT, Jawa Tengah, Jogjakarta, Lombok, Bengkulu, Aceh, Medan, dan Asahan. Salah satu PMI ilegal yang turut dalam rombongan tersebut, Darno mengaku, dipungut biaya keberangkatan oleh agen PMI ilegal mulai dari Rp4 juta-10 juta per orang.

Baca juga: Jembatan Tiba-tiba Patah, Bapak dan Anak Jatuh ke Sungai Leuweung Hejo

Kapolsek Labuhan Ruku, AKP Jagani Sijabat mengatakan, setelah para PMI ilegal ini diinapkan di rumah penduduk, petugas langsung melakukan penindakan. "Mereka kami berikan pembinaan dan akan segera dikembalikan ke daerah masing masing. Saat ini Polsek Labuhan Ruku bersama Satreskrim Polres Batu Bara, sedang melakukan pengejaran terhadap para agen PMI ilegal ini," tegasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1645 seconds (10.101#12.26)