Hormati Jasa Besarnya, Flyover Pasupati Resmi Bernama Jalan Prof Mochtar Kusumaatmaja

Selasa, 01 Maret 2022 - 18:28 WIB
loading...
Hormati Jasa Besarnya,...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil memberikan keterangan di kawasan Flyover Pasupati yang kini resmi berganti nama menjadi Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja, Selasa (1/3/2022). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Menghormati jasa besarnya, Pemprov Jabar secara resmi mengganti nama jalan layang (flyover) Pasupati, menjadi Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja. Peresmiannya, dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa (1/3/2022).

Baca juga: Wapres Ajak Teladani Sikap Patriotisme Pahlawan Nasional Raden Aria Wangsakara

Dalam kesempatan itu, Ridwan Kamil menyatakan bahwa peresmian Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja, menjadi salah satu syarat pengajuan Mochtar Kusumaatmadja sebagai pahlawan nasional. "Setelah diresmikan, ini menjadi dasar persyaratan kita lengkap untuk mengajukan beliau menjadi pahlawan nasional," ujarnya.



Gubernur yang akrab disapa Kang Emil mengungkapkan, sudah cukup lama pemerintah belum memberikan kembali pengakuan pahlawan nasional kepada tokoh di Jabar. Menurutnya, sosok Mochtar Kusumaatmadja layak mendapatkan gelar p ahlawan nasional.

Baca juga: Kawasan Kesultanan Banten Lama Terendam Banjir, Terdengar Rintihan Wanita: Ya Allah!

Selain sebagai seorang akademisi dan diplomat, Mochtar Kusumaatmadja juga dikenal sebagai mantan menteri kehakiman dan mantan menteri luar negeri di era kepemimpinan Presiden Soeharto. "Saya ingat waktu SD ya, yang paling terkenal menteri luar negeri, itulah yang membanggakan kita sebagai warga Jabar," ungkap Kang Emil.

Tidak hanya itu, lanjut Kang Emil, Mochtar Kusumaatmadja juga merupakan sosok penting di balik konsep Wawasan Nusantara, terutama dalam menetapkan batas laut teritorial, batas darat, dan batas landas kontinen Indonesia. "Luas Indonesia meningkat 2,5 kali lipat adalah perjuangan Prof Muchtar Kusumaatmadja, itu poin dari semua poin yang paling penting," tegasnya.

Kang Emil menerangkan, pada zaman Belanda silam, batas laut teritorial perhitungannya hanya tiga mil dari pantai. Akibatnya, jika jarak antar pulau jauh, maka di bagian tengahnya jadi milik internasional. Hal itu pula lah yang membuat kapal asing bebas berlayar di wilayah Nusantara.

"Nah, berkat gagasan dari Ir H Djuanda. Gagasannya dari Ir H Djuanda, tapi yang menerjemahkan ke teknis dan memperjuangkan sampai akhirnya 1982 diakuilah Wawasan Nusantara adalah perjuangan Prof Muchtar Kusumaatmadja," terangnya.

Baca juga: Mubazir! 60 Kapal Bantuan KKP Era Susi Pudjiastuti Senilai Rp42 Miliar Mangkrak di Natuna

Kang Emil menyatakan, demi tercapainya gelar pahlawan nasional untuk Mochtar Kusumaatmadja, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung pengajuan pahlawan nasional kepada pemerintah pusat. "Kita doakan Agustus biasanya akan diumumkan, pengajuan ini bisa diloloskan. Saya kira itu aspirasi dan harapan," harap Kang Emil.

Disinggung penyematan nama Prof Mochtar Kusumaatmadja di Flyover Pasupati, Kang Emil menjelaskan bahwa filosofi flyover yang membentang dari barat ke timur dan membelah utara dan selatan tepat di Jalan Ir H Djuanda itu menjadi sumbu perjuangan Wawasan Nusantara.

"Jadi sangat pas kalau dua pejuang ini jalannya bersilangan karena berarti kan pernah dia pahlawan ini berdiskusi dan menggagas pada peristiwa di masa lalu, itu imajinasi saya, sehingga sangat pas lokasinya di sini," jelas Kang Emil.

Baca juga: Mayat Wanita Tanpa Baju di Sungai Bolong Magelang Diduga Tewas Dibunuh

Kang Emil pun berharap, penyematan nama Prof Mochtar Kusumaatmadja pada Flyover Pasupati menjadi pembelajaran bagi generasi muda bahwa apa yang dicapai saat ini merupakan hasil perjuangan di masa lalu.

"Kita sekarang bisa begini karena masa lalu yang diperjuangkan ya, tidak otomatis dan kita juga akan terus memperjuangkan hari ini supaya masa depan lebih baik," tegas Kang Emil.

Sebagai informasi tambahan, peresmian Jalan Prof Kusumaatmadja awalnya akan digelar Kamis (24/2/2022). Bahkan, pihak kepolisian pun sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kegiatan tersebut.

Namun begitu, peresmian tersebut batal dilakukan, termasuk rekayasa lalu lintas. Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya memutuskan tidak melakukan rekayasa lalu lintas, agar peresmian tidak mengganggu aktivitas masyarakat. "Adapun peresmian yang digelar hari ini karena bertepatan dengan Hari Penegakan Kedaulatan Negara. Jadi saya kira pas dengan peresmian jalan ini," tandas Kang Emil.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
KPK Belum Panggil Ridwan...
KPK Belum Panggil Ridwan Kamil di Kasus BJB, Setyo Budiyanto: Sedang Dikaji
Kemendagri Bakal Batalkan...
Kemendagri Bakal Batalkan Surat Edaran Soal Larangan Truk Sumbu 3 Jika Tak Sesuai Hukum
Di Depan Pusara Pahlawan...
Di Depan Pusara Pahlawan M.H. Thamrin, Pramono Serukan Persatuan Orang Betawi
Jejak Terakhir Pangeran...
Jejak Terakhir Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa, Tinggal selama 26 Hari di Jakarta
Kisah Cinta Atalia Praratya...
Kisah Cinta Atalia Praratya - Ridwan Kamil selama 29 Tahun Bakal Berakhir di Januari 2026?
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Besok, Prabowo Resmikan...
Besok, Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
Ayu Aulia Minta Maaf...
Ayu Aulia Minta Maaf ke Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Akui Unggahan soal Kehamilan Hanya Halusinasi
Rekomendasi
Syahran Buka Suara soal...
Syahran Buka Suara soal Hubungannya dengan Jule: Saya Siap dengan Konsekuensinya
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Berita Terkini
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved