Relakan Uang Skripsi Anak, Bhabinkamtibmas Ini Berdayakan Warga

Senin, 15 Juni 2020 - 09:28 WIB
loading...
Relakan Uang Skripsi Anak, Bhabinkamtibmas Ini Berdayakan Warga
Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Geyer, Bripka Irham, saat memanen telur burung puyuh. Foto/iNews TV/Rustaman Nusantara
A A A
GROBOGAN - Saat masyarakat mengalami kesulitan, petrangkat negara harus hadir memberikan solusi, perlindungan, dan pengayoman. Pedoman ini menjadi semangat Bripka Irham, untuk memberdayakan masyarakat di sekitarnya.

(Baca juga: Fitbit Flow, Ventilator Darurat Berkualitas Tinggi )

Anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Geyer , di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini, berusaha menghidupkan lahan tidur di desa untuk tempat usaha.

Bahkan, dia merelakan sebagian uang untuk biaya skripsi anaknya untuk modal usaha memberdayakan ekonomi masyarakat yang terdampak COVID-19, dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Anggota polisi berusia 48 tahun tersebut, kini telah membangun dan mengembangkan sejumlah tempat usaha bersama masyarakat di Desa Sobo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan , Jawa Tengah.

Usaha bersama masyarakat itu antara lain ternak lele, penggemukan sapi dan kambing, serta ternak burung puyuh. "Kegiatan ekonomi produktif secara bersama-sama ini, kami kembangkan mulai sekitar dua tahun lalu. Pengelolaannya seluruhnya oleh masyarakat," ujar Irham.

(Baca juga: Covid-19 Dunia 15 Juni: 7,8 Juta Kasus, 432.909 Meninggal, 3,7 Juta Sembuh )

Mengawali usaha ini bukanlah hal mudah. Bahkan, Irham harus rela ditertawakan warga setempat saat menyampaikan idenya untuk membangun usaha bersama. Tetapi, hal itu tidak menyurutkan langkahnya. Dia semangat bersemangat untuk mewujudkannya.

"Modal awalnya Rp8 juta, yang saya sisihkan dari biaya skripsi dan wisuda anak saya. Setelah itu saya ajak warga yang tidak ada pekerjaan untuk mengawali usaha ini. Kebetulan pemerintah desanya mengizinkan penggunaan lahan tidur untuk tempat usaha bersama," kenangnya.

Usaha awal yang dilakukan adalah membuat kolam ikan. Ada tiga kolam yang dibangun. Lokasinya di dekat rawa pinggiran desa. Modal usaha itu dibelikan benih ikan lele. Dalam waktu satu tahun, warga mulai merasakan hasil usaha bersama itu. Bahkan, kini telah dikembangkan untuk usaha ikan nila.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1417 seconds (11.252#12.26)