Mendag Lutfi Sidak Harga Minyak Goreng ke Pusat Pasar Medan
Sabtu, 26 Februari 2022 - 11:55 WIB
loading...
Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Muhammad Lutfi melakukan inspeksi mendadak harga kebutuhan pokok di Pusat Pasar Medan, Sumatera Uata (Sumut) Sabtu (26/2/2022) pagi tadi. Foto SINDOnews
A
A
A
MEDAN - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi melakukan inspeksi mendadak harga kebutuhan pokok di Pusat Pasar Medan, Sumatera Uata (Sumut) Sabtu (26/2/2022) pagi tadi. Mendag hadir bersama sejumlah jajarannya serta didampingi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.
Sidak ini menjadi agenda awal kunjungan Mendag ke Sumut, sebelum memimpin rapat koordinasi dengan pemerintah daerah di Sumut, yang rencananya akan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut di hari yang sama. Baca juga: Empat Bulan Perhelatan Expo Dubai, Paviliun Indonesia Tarik 750 Ribu Pengunjung
Setibanya di Pusat Pasar, Mendag Lutfi langsung menyasar sejumlah kios pedagang yang menjual sembako. Minyak goreng menjadi komoditi yang harganya menjadi perhatian khusus menteri.
Dalam sidak tersebut, ia menemukan adanya sejumlah komoditi yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), termasuk minyak goreng dan gula yang masih di jual Rp300-Rp500 di atas HET.Meski hanya sedikit di atas HET, namun Menteri Lutfi langsung meminta kepada pedagang untuk patuh pada HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Lutfi tidak ada alasan menaikkan harga minyak goreng di atas HET, karena saat ini stok minyak goreng sangat melimpah, termasuk di Sumatera Utara."Kita bisa melihat bahwa, meskipun ada tren minyak mulai penuh dalam 2-3 hari kemarin, namun harusnya sudah sejak minggu lalu. Mungkin ada masalah distribusi," kata Lutfi. Baca juga:
Selama 2021, Kokola Group Ekspor 1.500 Kontainer ke Sejumlah Pasar Global
Lutfi mengungkapkan berdasarkan hitungan pihaknya, saat ini ada surplus 15 hari untuk minyak goreng di Sumatera Utara. Jumlah itu pun terbilang banyak."Tapi sepertinya ada kendala distribusi sehingga belum semua turun ke bawah. Saya minta tolong ke pak gubenur untuk mengawal ini. Kalau ada macam-macam, saya minta tolong ditindak secara hukum," tegas Lutfi.
Sidak ini menjadi agenda awal kunjungan Mendag ke Sumut, sebelum memimpin rapat koordinasi dengan pemerintah daerah di Sumut, yang rencananya akan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut di hari yang sama. Baca juga: Empat Bulan Perhelatan Expo Dubai, Paviliun Indonesia Tarik 750 Ribu Pengunjung
Setibanya di Pusat Pasar, Mendag Lutfi langsung menyasar sejumlah kios pedagang yang menjual sembako. Minyak goreng menjadi komoditi yang harganya menjadi perhatian khusus menteri.
Dalam sidak tersebut, ia menemukan adanya sejumlah komoditi yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), termasuk minyak goreng dan gula yang masih di jual Rp300-Rp500 di atas HET.Meski hanya sedikit di atas HET, namun Menteri Lutfi langsung meminta kepada pedagang untuk patuh pada HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut Lutfi tidak ada alasan menaikkan harga minyak goreng di atas HET, karena saat ini stok minyak goreng sangat melimpah, termasuk di Sumatera Utara."Kita bisa melihat bahwa, meskipun ada tren minyak mulai penuh dalam 2-3 hari kemarin, namun harusnya sudah sejak minggu lalu. Mungkin ada masalah distribusi," kata Lutfi. Baca juga:
Selama 2021, Kokola Group Ekspor 1.500 Kontainer ke Sejumlah Pasar Global
Lutfi mengungkapkan berdasarkan hitungan pihaknya, saat ini ada surplus 15 hari untuk minyak goreng di Sumatera Utara. Jumlah itu pun terbilang banyak."Tapi sepertinya ada kendala distribusi sehingga belum semua turun ke bawah. Saya minta tolong ke pak gubenur untuk mengawal ini. Kalau ada macam-macam, saya minta tolong ditindak secara hukum," tegas Lutfi.
Lihat Juga :