Gus Baha Sebut Ganjar Cucu Kiai Besar, Siapa Mbah Hisyam?

Jum'at, 04 Februari 2022 - 06:48 WIB
loading...
Gus Baha Sebut Ganjar Cucu Kiai Besar, Siapa Mbah Hisyam?
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemui KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di kediamannya. Foto SINDOnews
A A A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemui KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di kediamannya. Dalam pertemuannya Gus Baha sempat menyebut Ganjar Pranowo sebagai cucu dari Kyai Hisyam.

"Wah saya kedatangan mantu kyai ini. Pak Ganjar iki putune Mbah Hisyam lho," kata Gus Baha, ketika Ganjar berkunjung ke rumahnya, Rabu (2/2/2022). Baca juga: Gubernur Jateng Ancam Keluarkan Siswa Jika Palsukan Data PPDB

Menurut Gus Baha, Mbah Hisyam adalah ulama yang sangat disegani dan dihormati di matanya. Siapakah Mbah Hisyam yang dimaksud Gus Baha?



Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber. Mbah Hisyam memiliki nama kecil Muhammad Qosim. Kiai Hisyam Abdul Karim merupakan ulama karismatik. Selain itu, beliau juga pejuang kemerdekaan dan inspirator bangsa.

Sekitar 15 tahun mengembara dari satu pondok ke pondok lain dari Jawa Barat hingga Jawa Timur ditempuhnya guna belajar ilmu mengaji. Hisyam muda berguru pada sejumlah kyai besar di antaranya Kiai Dahlan di Desa Kaliwangi Mrébét, Kyai Zuhdi di Pondok Leler Banyumas, dan Kyai Dahlan di Pondok Jampes Kediri.

Secara khusus, dalam bidang qiroatul Qur'an, Kiai Hisyam berguru kepada Kiai Yusuf Buntet Cirebon, dan Kiai Nuh Pager Aji Cilongok. Dalam bidang Thoriqoh, beliau berguru kepada Kiai Rifa'i Sokaraja.

Usai nyantri di berbagai pesantren, dengan restu sang guru, Syekh Dahlan Ihsan, KH Hisyam kemudian mendirikan Pondok Pesantren Roudlotus Sholihin di Pedukuhan Sokawera, Desa Kalijaran, Karanganyar, Purbalingga.

Mbah Hisyam Kalijaran merupakan panggilan sapaan dari jamaahnya di kalangan nahdliyin daerah Banyumasan. Bahkan, Mbah Hisyam dikenal sebagai ulama yang ampuh keilmuan sekaligus kanuragannya.

Beliau juga sangat lekat di ingatan jamaahnya sebagai ulama yang murah senyum, lucu namun sangat dalam isi dakwahnya. Uniknya, selain mengaji, para santri di Kalijaran juga dibekali ilmu-ilmu lain seperti baris-berbaris, belajar huruf morse, dan juga belajar pertolongan pertama dalam kecelakaan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1532 seconds (10.101#12.26)