Edy Mulyadi Tak Meminta Maaf, Kesultanan Kutai: Hukum Adat Lebih Jahat
Senin, 24 Januari 2022 - 01:58 WIB
loading...
Sekretaris Kesultanan Kutai Ing Martadipura, Awang Yacob Luthman. Foto/MPI/Dzul ASH
A
A
A
KUTAI KARTANEGARA - Kesultanaan Kutai Ing Martadipura, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengecam pernyataan mantan Caleg PKS, Edy Mulyadi terkait pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur, dengan menyebutkan "Kalimantan Tempat Jin Buang Anak".
Baca juga: Dinilai Rasis, Tokoh Adat Dayak Bakal Laporkan Edy Mulyadi ke Polda Kaltim
Sekretaris Kesultanan Kutai Ing Martadipura, Awang Yacob Luthman menyatakan, boleh saja tidak setuju dengan adanya pembangunan ibu kota negara, namun tidak serta merta menyebutkan Kalimantan tempat jin buang anak. "Kata-kata yang dilontarkan oleh Edy Mulyadi menyakitkan hati masyarakat Kalimantan, khususnya Kutai Kartanegara," tegasnya.
Awang Yacob menambahkan, perlakuan Edy Mulyadi tersebut sungguh tidak beradab dan tidak memanusiakan manusia. "Artinya jin buang anak di Kalimantan itu sangat tidak etis. Sebenarnya tidak ada penegasan fokus pembicaraan. Menyangkut Kalimantan itu tempat jin buang anak, hanya bagian dari eksis negatif yang dia sampaikan," ungkapnya.
Baca juga: Dinilai Rasis, Tokoh Adat Dayak Bakal Laporkan Edy Mulyadi ke Polda Kaltim
Sekretaris Kesultanan Kutai Ing Martadipura, Awang Yacob Luthman menyatakan, boleh saja tidak setuju dengan adanya pembangunan ibu kota negara, namun tidak serta merta menyebutkan Kalimantan tempat jin buang anak. "Kata-kata yang dilontarkan oleh Edy Mulyadi menyakitkan hati masyarakat Kalimantan, khususnya Kutai Kartanegara," tegasnya.
Awang Yacob menambahkan, perlakuan Edy Mulyadi tersebut sungguh tidak beradab dan tidak memanusiakan manusia. "Artinya jin buang anak di Kalimantan itu sangat tidak etis. Sebenarnya tidak ada penegasan fokus pembicaraan. Menyangkut Kalimantan itu tempat jin buang anak, hanya bagian dari eksis negatif yang dia sampaikan," ungkapnya.
Lihat Juga :