Warung Remang-remang di Bandung Barat Jadi Tempat Mangkal PSK dari Luar Daerah

Senin, 17 Januari 2022 - 18:45 WIB
loading...
Warung Remang-remang di Bandung Barat Jadi Tempat Mangkal PSK dari Luar Daerah
Kasatpol PP KBB, Asep Sehabuddin.Foto/dok
A A A
BANDUNG BARAT - Satpol PP Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendeteksi masih ada warung remang -remang yang diduga tempat prostitusi atau tempat mangkal pekerja seks komersial (PSK).

Salau satu lokasi yang jadi pusat perhatian ada di kawasan Kecamatan Cikalongwetan, mengingat belum lama ini di daerah itu sempat diamankan sebanyak 12 PSK yang sedang melayani pria hidung belang.

Baca juga: Ada Siswa Baru Pulang dari Luar Negeri, Sekolah di Cimahi Batal PTM 100%

"Kemungkinan masih ada warem (warung remang-remang) yang beroperasi, sekarang lagi diselidki untuk memastikan," kata Kasatpol PP KBB, Asep Sehabuddin, Senin (17/1/2022).

Diakuinya warem memang kerap jadi tempat favorit mangkal para PSK karena bisa mengaburkan petugas saat melakukan penertiban. Sehingga membuat petugas cukup kesulitan ketika melakukan penertiban karena biasanya selalu kucing-kucingan.

Kesulitan lain dalam memberantas PSK tersebut, karena selain adanya prostitusi online mereka juga diduga kerap menjajakan diri di rumah. Apalagi ketika kondisi pandemi COVID-19 dimana aktivitas dibatasi, sehingga banyak yang memanfaatkan komunikasi online.

"Ya kalau menghilangkan total sulit, karena yang namanya begitu pasti ada lagi, ada lagi. Oleh karenanya giat penertiban secara kontinyu dilakukan," ujarnya.



Menurutnya, berdasarkan identitas para PSK yang kerap menjajakan diri di KBB kebanyakan warga dari luar daerah. Seperti Cianjur, Sumedang, maupun Cirebon yang terhimpit masalah ekonomi. Ketika terjaring razia mereka langsung dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

"Di KBB belum ada tempat rehabilitasi makanya yang terjaring di kembalikan daerah asal. Razia yang dilakukan di lapangan lebih ke tindakan persuasif, dibina dulu, dan dikembalikan ke pihak keluarga," pungkasnya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1427 seconds (11.210#12.26)