Para Pengemudi Ojol di Jember Dapat Pembekalan Cara Tangani Lakalantas
Sabtu, 15 Januari 2022 - 15:01 WIB
loading...
Para pengemudi ojek online (ojol) yang tersebar di wilayah Kota Jember, Tanggul, Senduro, Umbulsari, Balung, dan Ambulu mendapat pelatihan cara penanganan lakalantas. Foto ist
A
A
A
JEMBER - Para pengemudi ojek online (ojol) dari 75 Komunitas Gojek yang tersebar di wilayah Kota Jember, Tanggul, Senduro, Umbulsari, Balung, dan Ambulu mendapat pelatihan cara penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Edukasi dan pelatihan ini diselenggarakan oleh Siloam Hospitals Jember, Kamis (13/01/2022) di Siloam Hospitals Jember.
Direktur dari Siloam Hospitals Jember dr Rekki Budiono Susanto mengatakan, pelatihan dan edukasi tersebut penting agar para pengemudi ojol mengetahui apa yang harus mereka lakukan jika berhadapan dengan kecelakaan saat beraktivitas. Baca juga: Abaikan Laporan Ojol Kehilangan Motor, Kriminolog: Polisi Berhati Dingin
"Jadi rekan-rekan dapat membantu mengurangi resiko yang lebih parah pada saat menemukan korban kecelakaan, jangan sungkan atau takut untuk segera dibawa ke Siloam Hospitals karena alasan biaya mahal, Kami sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja," tutur dr Rekki Budiono Susanto pada saat membuka pelatihan.
Sementara itu, dr Hantonius Sp.OT dokter Spesialis Ortopedi yang memberikan materi edukasi dan pelatihan mengatakan, sebanyak 80 persen kegagalan penanganan pada kecelakaan akibat lalai dan terlalu lama dibawa ke rumah sakit.
Direktur dari Siloam Hospitals Jember dr Rekki Budiono Susanto mengatakan, pelatihan dan edukasi tersebut penting agar para pengemudi ojol mengetahui apa yang harus mereka lakukan jika berhadapan dengan kecelakaan saat beraktivitas. Baca juga: Abaikan Laporan Ojol Kehilangan Motor, Kriminolog: Polisi Berhati Dingin
"Jadi rekan-rekan dapat membantu mengurangi resiko yang lebih parah pada saat menemukan korban kecelakaan, jangan sungkan atau takut untuk segera dibawa ke Siloam Hospitals karena alasan biaya mahal, Kami sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja," tutur dr Rekki Budiono Susanto pada saat membuka pelatihan.
Sementara itu, dr Hantonius Sp.OT dokter Spesialis Ortopedi yang memberikan materi edukasi dan pelatihan mengatakan, sebanyak 80 persen kegagalan penanganan pada kecelakaan akibat lalai dan terlalu lama dibawa ke rumah sakit.
Lihat Juga :