Punya Riwayat Jantung dan Hypertensi, IRT di Luwu Pingsan Setelah Vaksin
Rabu, 12 Januari 2022 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
Disebutkan Magrifa, dua surat rujukan yang dibawahnya yakni dari dokter ahli jantung dan ahli penyakit dalam dari St Madyang. Diakuinya, surat rujukannya tidak sempat diperiksa oleh petugas kesehatan di lokasi vaksin karena tidak ada seorang dokter yang ikut dalam kegiatan vaksin saat itu.
"Memang tidak sempat dilihat dokter, karena tidak ada dokter yang periksa, yang suntik saya perawat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. Yang melaksanakan vaksinasi saat itu tim dari Polres Luwu," sebut Magrifa.
"Saya tanya dua kali bahwa saya riwayat Jantung dan Hypertensi, namun mereka mengatu tidak apa-apa. Kemudian langsung vaksin lengan kiri ku. Setelah divaksin tidak sampai beberapa menit, mual saya rasa, masuk ka kamar mandi, langsung tidak enak saya rasa, itu kaki ku, mulai ujung kaki sampai kepala, kayak keram, langsung pingsan, langsung kena serangan jantung," cerita Ibu ini.
Saat itu, petugas langsung membawanya ke Puskesmas Bua, menggunakan mobil milik Kepala Desa Toddopuli. Saat tiba di Puskesmas Bua tekanan darah Magrifa sudah 210.
Baca Juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Pangkep Capai 75%
"Di tensi saja di Puskesmas, dikasi obat dibawah lidah 2, diminum satu. Kemudian saya sadar waktu di puskesmas, dan dokter minta saya dirujuk dan saya minta di Sitti Madyang karena dokterku di sina," katanya.
Dari Puskesmas Bua, ibu ini dikawal oleh Kapolsek Bua. Kepada dirinya, Kapolsek Bua, minta agar kasus nya didiamkan dan jangan sampai ada media yang tahu.
"Memang tidak sempat dilihat dokter, karena tidak ada dokter yang periksa, yang suntik saya perawat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. Yang melaksanakan vaksinasi saat itu tim dari Polres Luwu," sebut Magrifa.
"Saya tanya dua kali bahwa saya riwayat Jantung dan Hypertensi, namun mereka mengatu tidak apa-apa. Kemudian langsung vaksin lengan kiri ku. Setelah divaksin tidak sampai beberapa menit, mual saya rasa, masuk ka kamar mandi, langsung tidak enak saya rasa, itu kaki ku, mulai ujung kaki sampai kepala, kayak keram, langsung pingsan, langsung kena serangan jantung," cerita Ibu ini.
Saat itu, petugas langsung membawanya ke Puskesmas Bua, menggunakan mobil milik Kepala Desa Toddopuli. Saat tiba di Puskesmas Bua tekanan darah Magrifa sudah 210.
Baca Juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Pangkep Capai 75%
"Di tensi saja di Puskesmas, dikasi obat dibawah lidah 2, diminum satu. Kemudian saya sadar waktu di puskesmas, dan dokter minta saya dirujuk dan saya minta di Sitti Madyang karena dokterku di sina," katanya.
Dari Puskesmas Bua, ibu ini dikawal oleh Kapolsek Bua. Kepada dirinya, Kapolsek Bua, minta agar kasus nya didiamkan dan jangan sampai ada media yang tahu.
Lihat Juga :