Masuk Zona Merah Covid-19, Asahan Tunjukkan Geliat Normal
Rabu, 10 Juni 2020 - 17:05 WIB
loading...
Salah seorang warga ketika melintas di pasar di kawasan jalan H. Misbah Kisaran. Foto/SINDOnews. Ismanto Panjaitan
A
A
A
ASAHAN - Aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Asahan tampak "Kembali Normal" di tengah masa pandemi Covid-19. Penerapan standar kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus seolah diabaikan. Padahal, Asahan masuk dalam Zona Merah Covid-19 (lebih 5 kasus).
Pantauan SINDOnews.com dalam seminggu ke belakang, sejumlah kawasan seperti di Pasar Inpres I Kisaran, Pasar Bhakti, dan pasar lainnya kini kembali ramai. Jalan-jalan di inti kota juga telah dipadati para pengguna jalan. Tempat-tempat hiburan juga mulai beroperasi. (Baca juga : Pakar Kebijakan Sebut Sumut Belum Siap Menyambut New Normal )
Kedai-kedai kopi, kafe dan rumahmakan seperti di sepanjang jalan Imambonjol-HOS Cokroaminoto-Rivai, sudah dipenuhi para pengunjung. Pun, objek-objek yang biasa dijadikan tempat menghabiskan waktu malam. Apalagi pada malam-malam tertentu, seperti malam Kamis dan malam Minggu.
Pemandangan tersebut kontras jika dibandingkan saat kasus Covid-19 pertama kali muncul di Indonesia, terutama di Asahan. Hampir seluruh pelaku usaha menutup usahanya. Masyarakat, lebih memilih berdiam diri di rumah. Masjid-masjid sepi, Jalanan lengang.
Beragam alasan terkait hal tersebut. Seperti Basri (44), warga jalan Panglima Polim, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, misalnya. Ia bersikeras kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari sebagai pedagang ikan eceran.
Pantauan SINDOnews.com dalam seminggu ke belakang, sejumlah kawasan seperti di Pasar Inpres I Kisaran, Pasar Bhakti, dan pasar lainnya kini kembali ramai. Jalan-jalan di inti kota juga telah dipadati para pengguna jalan. Tempat-tempat hiburan juga mulai beroperasi. (Baca juga : Pakar Kebijakan Sebut Sumut Belum Siap Menyambut New Normal )
Kedai-kedai kopi, kafe dan rumahmakan seperti di sepanjang jalan Imambonjol-HOS Cokroaminoto-Rivai, sudah dipenuhi para pengunjung. Pun, objek-objek yang biasa dijadikan tempat menghabiskan waktu malam. Apalagi pada malam-malam tertentu, seperti malam Kamis dan malam Minggu.
Pemandangan tersebut kontras jika dibandingkan saat kasus Covid-19 pertama kali muncul di Indonesia, terutama di Asahan. Hampir seluruh pelaku usaha menutup usahanya. Masyarakat, lebih memilih berdiam diri di rumah. Masjid-masjid sepi, Jalanan lengang.
Beragam alasan terkait hal tersebut. Seperti Basri (44), warga jalan Panglima Polim, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, misalnya. Ia bersikeras kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari sebagai pedagang ikan eceran.
Lihat Juga :