Gunung Dempo Naik Status Jadi Siaga, 3 Daerah Diminta Tinjau Ulang Rencana Kontijensi
Jum'at, 07 Januari 2022 - 22:44 WIB
loading...
A
A
A
Hasil spektogram gempa Gunung Dempo dari 1-6 Januari 2022 menunjukkan energi gempa frekuensi rendah yang meningkat sejak 3 Januari 2022, yang berasosiasi dengan adanya input fluida yang bersifat mendadak (tidak gradual) dan terespon langsung ke permukaan.
Untuk potensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi freatik menghasilkan abu dan hujan lumpur, serta hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak.
Erupsi freatik bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala peningkatan yang jelas. Radius terdampak material jatuhan bisa mencapai 1 Km dari kawah, serta aliran lumpur ke arah 2 Km sektor utara searah bukaan kawah.
Baca juga: Terima Gadai 46 Motor Bodong, Ibu Rumah Tangga di Semarang Diringkus Polisi
Karena itu, status Gunung Dempo dinaikkan menjadi Waspada (Level II) terhitung sejak 7 Januari 2022. Dalam tingkat aktivitas ituu, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1 Km dari kawah, serta arah bukaan kawah sejauh 2 Km ke sektor utara.
Saat ini, pemantauan secara intensif terus dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Dempo , dan antisipasi jika terjadi kenaikkan aktivitas vulkanik yang lebih signifikan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dempo untuk tetap tenang dan tak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Dempo, dan mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sumsel dan BPBD Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Empat Lawang.
Untuk potensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi freatik menghasilkan abu dan hujan lumpur, serta hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak.
Erupsi freatik bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala peningkatan yang jelas. Radius terdampak material jatuhan bisa mencapai 1 Km dari kawah, serta aliran lumpur ke arah 2 Km sektor utara searah bukaan kawah.
Baca juga: Terima Gadai 46 Motor Bodong, Ibu Rumah Tangga di Semarang Diringkus Polisi
Karena itu, status Gunung Dempo dinaikkan menjadi Waspada (Level II) terhitung sejak 7 Januari 2022. Dalam tingkat aktivitas ituu, masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1 Km dari kawah, serta arah bukaan kawah sejauh 2 Km ke sektor utara.
Saat ini, pemantauan secara intensif terus dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengevaluasi aktivitas Gunung Dempo , dan antisipasi jika terjadi kenaikkan aktivitas vulkanik yang lebih signifikan.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dempo untuk tetap tenang dan tak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Dempo, dan mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sumsel dan BPBD Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Empat Lawang.
(eyt)
Lihat Juga :