Gunung Dempo Naik Status Jadi Siaga, 3 Daerah Diminta Tinjau Ulang Rencana Kontijensi
Jum'at, 07 Januari 2022 - 22:44 WIB
loading...
A
A
A
Dalam keterangan resmi yang diterima, BMKG belum masuk prioritas yang sudah menjadi mantu kesayangan. ESDM menyampaikan hasil evaluasi kegiatan Gunung Dempo periode 1 Desember 2021-6 Januari 2022.
Selama 1 Desember-2 Januari 2026, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, pada saat cuaca cerah tidak teramati adanya hembusan gas/asap dari arah kawah/puncak.
Baca juga: Sketsa Pembunuh Ibu dan Anak Gadis Dirilis, Ini Penjelasan Polda Jabar Soal Dugaan Pelaku
Dan pada 3 Januari 2022 teramati hembusan gas dari arah kawah berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 150 meter dari atas puncak. Hembusan tidak berlangsung menerus, pada 4-6 Januari 2022 tidak teramati hembusan gas dari arah kawah/puncak.
Adapun jenis gempa yang terekam selama periode 1 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022 yaitu Gempa Hembusan, Low Frequency, Vulkanik Dalam, Tektonik Lokal, Tektonik Jauh dan Tremor Menerus. Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-2 mm (dominan 0.5 mm) mulai terekam pada 4-6 Januari 2022.
Dari pengamatan visual, menunjukkan adanya kenaikan aktivitas hembusan gas dari kawah/puncak, seiring dengan kemunculan getaran Tremor yang mengindikasikan adanya kenaikan fluida (gas, cairan, batuan padat) ke kedalaman lebih dangkal.
Baca juga: Kawanan Rampok Satroni Rumah Juragan Gabah, Sekap Korban Lalu Gasak Perhiasan dan Motor
Selama 1 Desember-2 Januari 2026, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut, pada saat cuaca cerah tidak teramati adanya hembusan gas/asap dari arah kawah/puncak.
Baca juga: Sketsa Pembunuh Ibu dan Anak Gadis Dirilis, Ini Penjelasan Polda Jabar Soal Dugaan Pelaku
Dan pada 3 Januari 2022 teramati hembusan gas dari arah kawah berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 150 meter dari atas puncak. Hembusan tidak berlangsung menerus, pada 4-6 Januari 2022 tidak teramati hembusan gas dari arah kawah/puncak.
Adapun jenis gempa yang terekam selama periode 1 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022 yaitu Gempa Hembusan, Low Frequency, Vulkanik Dalam, Tektonik Lokal, Tektonik Jauh dan Tremor Menerus. Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-2 mm (dominan 0.5 mm) mulai terekam pada 4-6 Januari 2022.
Dari pengamatan visual, menunjukkan adanya kenaikan aktivitas hembusan gas dari kawah/puncak, seiring dengan kemunculan getaran Tremor yang mengindikasikan adanya kenaikan fluida (gas, cairan, batuan padat) ke kedalaman lebih dangkal.
Baca juga: Kawanan Rampok Satroni Rumah Juragan Gabah, Sekap Korban Lalu Gasak Perhiasan dan Motor
Lihat Juga :