Ngeri! Penampakan Gunung Merapi Muntahkan 2 Kali Awan Panas Wedus Gembel
Minggu, 17 Mei 2026 - 20:10 WIB
loading...
Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah meluncurkan dua kali awan panas guguran atau sering disebut wedus gembel, pada Minggu (17/5/2026). Foto/BPPTKG
A
A
A
JAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah meluncurkan dua kali awan panas guguran atau sering disebut wedus gembel, pada Minggu (17/5/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas terjadi pada pukul 15.21 WIB dan 19.20 WIB.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan, awan panas pertama terjadi pada pukul 15.21 WIB dengan amplitudo maksimal 66,82 mm dan durasi 110,5 detik. Jarak luncur maksimal awan panas guguran tercatat sejauh 2 kilometer.
Baca juga: Banjir Lahar di Magelang: 2 Orang Tewas, Dua Lainnya Masih Hilang
“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Minggu, pukul 15.21 WIB dengan amplitudo maksimal 66,82 mm durasi 110,5 detik, estimasi jarak luncur tidak dapat ditentukan karena visual berkabut,” kata Agus dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Sementara itu, awan panas kedua terjadi pada pukul 19.20 WIB. BPPTKG mencatat awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat atau Kali Sat atau Kali Putih dengan amplitudo maksimal 68,37 mm dan durasi 146,36 detik.
“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pukul 19.20 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke barat (Kali Sat/Kali Putih), amplitudo maksimal 68,37 mm dan durasi 146,36 detik,” ujarnya.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso mengatakan, awan panas pertama terjadi pada pukul 15.21 WIB dengan amplitudo maksimal 66,82 mm dan durasi 110,5 detik. Jarak luncur maksimal awan panas guguran tercatat sejauh 2 kilometer.
Baca juga: Banjir Lahar di Magelang: 2 Orang Tewas, Dua Lainnya Masih Hilang
“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Minggu, pukul 15.21 WIB dengan amplitudo maksimal 66,82 mm durasi 110,5 detik, estimasi jarak luncur tidak dapat ditentukan karena visual berkabut,” kata Agus dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).
Sementara itu, awan panas kedua terjadi pada pukul 19.20 WIB. BPPTKG mencatat awan panas tersebut meluncur sejauh sekitar 2.000 meter ke arah barat atau Kali Sat atau Kali Putih dengan amplitudo maksimal 68,37 mm dan durasi 146,36 detik.
“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pukul 19.20 WIB dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter mengarah ke barat (Kali Sat/Kali Putih), amplitudo maksimal 68,37 mm dan durasi 146,36 detik,” ujarnya.
Lihat Juga :