Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km
Rabu, 20 Mei 2026 - 18:44 WIB
loading...
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (20/5/2026) sore. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (20/5/2026) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) mencatat awan panas guguran meluncur sejauh 1,5 kilometer ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.
"Awan panas guguran terjadi pada pukul 16.19 WIB dengan amplitudo maksimum 7,01 mm dan durasi 143,56 detik," demikian dikutip dari laporan resmi BPPTKG, Rabu (20/5/2026).
Selain itu, sepanjang periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, petugas juga mencatat adanya fenomena luncuran guguran lava. Tercatat satu kali guguran lava ke arah barat daya (hulu Kali Krasak) dengan jarak luncur 1.500 meter serta empat kali guguran lava ke arah barat daya (hulu Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Baca Juga: Satu Korban Meninggal Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, 2 Lainnya Dalam Pencarian
Secara kegempaan, selama periode pengamatan BPPTKG merekam 1 kali awan panas guguran, 26 kali guguran, dan 12 kali gempa hybrid/fase banyak. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi.
"Awan panas guguran terjadi pada pukul 16.19 WIB dengan amplitudo maksimum 7,01 mm dan durasi 143,56 detik," demikian dikutip dari laporan resmi BPPTKG, Rabu (20/5/2026).
Selain itu, sepanjang periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB, petugas juga mencatat adanya fenomena luncuran guguran lava. Tercatat satu kali guguran lava ke arah barat daya (hulu Kali Krasak) dengan jarak luncur 1.500 meter serta empat kali guguran lava ke arah barat daya (hulu Kali Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Baca Juga: Satu Korban Meninggal Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, 2 Lainnya Dalam Pencarian
Secara kegempaan, selama periode pengamatan BPPTKG merekam 1 kali awan panas guguran, 26 kali guguran, dan 12 kali gempa hybrid/fase banyak. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi.
Lihat Juga :