Kisah Kehebatan Ki Gede Bungko, Laksamana yang Dikenang dengan Musik dan Tarian
Jum'at, 31 Desember 2021 - 05:05 WIB
loading...
Kisah kehebatan Ki Gede Bungko, Laksamana yang dikenang dengan musik dan tarian. Foto ilustrasi SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kisah kehebatan Ki Gede Bungko tidak hanya dikenang lewat serat dan catatan sejarah , tapi juga dikenang lewat musik dan gerak tarian. Musik angklung, khususnya Angklung Bungko selalu dikaitkan dengan Ki Gede Bungko. Demikian pula beberapa tarian, antara lain Tari Panji, Banteleo, Ayam Alas, Bebek Ngoyor, dan Blarak Sengkle, kerap disebut sebagai jejak kebesaran sang panglima perang angkatan laut.
Cerita tentang Ki Gede Bungko ditemukan dalam Serat Carub Kandha karangan Pangeran Abdul Hamid Sukama Jaya, tahun 1840. Disebutkan dalam Serat Carub bahwa Ki Gede Bungko adalah sosok penting pada era Kasultanan Cirebon pada abad ke-15. Baca juga: 5 Rekomendasi Film tentang Sejarah Jepang Terbaik, Seru dan Edukatif
Dialah sosok pahlawan dari Kesultanan Cirebon yang disegani baik oleh para pelaut Nusantara pun pelaut asing. Ki Gede Bungko memiliki nama asli yaitu Jakataruna. Ia berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, veteran perang angkatan laut Kerajaan Majapahit.
Lalu bagaimanakah ceritanya hingga menjadi Panglima Perang Angkatan Laut Kesultanan Cirebon? Diceritakan bahwa Jakataruna adalah murid dari Sunan Ampel. Suatu ketika, Sunan Gunung Jati sowan ke Surabaya untuk menemui Sunan Ampel yang ketika itu baru selesai bertapa 11 tahun.
Rupanya ada kesepakatan penting antar kedua Sunan itu. Sunan Ampel lalu menugaskan Jakataruna untuk mendampingi Sunan Gunung Jati ke wilayah Jawa bagian barat. Sesampainya di Jawa bagian barat itu, Sunan Gunung Jati menghadiahkan Jakataruna jabatan sebagai penguasa (Ki Gede) di Desa Bungko. Desa ini berada di kawasan pesisir barat laut Cirebon. Sejak pemberian itulah Jakataruna lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Bungko.
Dalam perjalanan waktu, Sunan Gunung Jati ternyata tidak salah memboyong Ki Gede Bungko dari Jawa Timur. Juga tidak keliru Sunan memberi kekuasaan atas wilayah pesisir barat Laut Cirebon. Kehebatan sang veteran perang angkatan laut Majapahit itu masih bisa diandalkan untuk menjaga keamanan wilayah laut Kesultanan Cirebon.
Cerita tentang Ki Gede Bungko ditemukan dalam Serat Carub Kandha karangan Pangeran Abdul Hamid Sukama Jaya, tahun 1840. Disebutkan dalam Serat Carub bahwa Ki Gede Bungko adalah sosok penting pada era Kasultanan Cirebon pada abad ke-15. Baca juga: 5 Rekomendasi Film tentang Sejarah Jepang Terbaik, Seru dan Edukatif
Dialah sosok pahlawan dari Kesultanan Cirebon yang disegani baik oleh para pelaut Nusantara pun pelaut asing. Ki Gede Bungko memiliki nama asli yaitu Jakataruna. Ia berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, veteran perang angkatan laut Kerajaan Majapahit.
Lalu bagaimanakah ceritanya hingga menjadi Panglima Perang Angkatan Laut Kesultanan Cirebon? Diceritakan bahwa Jakataruna adalah murid dari Sunan Ampel. Suatu ketika, Sunan Gunung Jati sowan ke Surabaya untuk menemui Sunan Ampel yang ketika itu baru selesai bertapa 11 tahun.
Rupanya ada kesepakatan penting antar kedua Sunan itu. Sunan Ampel lalu menugaskan Jakataruna untuk mendampingi Sunan Gunung Jati ke wilayah Jawa bagian barat. Sesampainya di Jawa bagian barat itu, Sunan Gunung Jati menghadiahkan Jakataruna jabatan sebagai penguasa (Ki Gede) di Desa Bungko. Desa ini berada di kawasan pesisir barat laut Cirebon. Sejak pemberian itulah Jakataruna lebih dikenal dengan panggilan Ki Gede Bungko.
Dalam perjalanan waktu, Sunan Gunung Jati ternyata tidak salah memboyong Ki Gede Bungko dari Jawa Timur. Juga tidak keliru Sunan memberi kekuasaan atas wilayah pesisir barat Laut Cirebon. Kehebatan sang veteran perang angkatan laut Majapahit itu masih bisa diandalkan untuk menjaga keamanan wilayah laut Kesultanan Cirebon.
Lihat Juga :