Alkitab Kuno Tahun 1894 Ini Memuat Kisah Kelahiran Yesus yang Ditulis Pakai Aksara Jawa
Kamis, 23 Desember 2021 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa tulisan tangan pada beberapa lembaran Alkitab ini berisi daftar usia para nabi, dan nama pastur pemilik Alkitab, serta tahun kepemilikannya dari masa ke masa. Indra Suro Inggeno mengaku, berhasil mendapatkan Alkitab kuno ini dari salah seorang warga Jogjakarta yang telah menyimpan alkitab ini cukup lama.
"Dari hasil pencarian yang saya lakukan di internet, kemungkinan Alkitab kuno beraksara Jawa yang dicetak di Belanda pada tahun 1894 ini, merupakan Alkitab beraksara Jawa tertua yang ada di Indonesia, karena Alkitab beraksara Jawa yang berisi perjanjian lama dan dicetak tahun 1913 saat ini tersimpan di Museum Alkitab Indonesia," ungkapnya.
Baca juga: Misteri Warna Merah Darah di Laut Galuh, Pertanda Buruk Sebelum Perang Bubat Pecah
Indra Suro Inggeno saat ini memiliki dua buah Alkitab kuno beraksara Jawa, yang dicetak pada tahun 1894 dan 1933. Meskipun sama-sama beraksara Jawa, namun Alkitab cetakan tahun 1933 hanya berisi ayat-ayat dan tidak bergambar. Kondisi Alkitab kuno cetakan tahun 1894 saat ini masih cukup baik, dan bisa terbaca dengan jelas, meskipun ada beberapa lembaran yang sobek.
Karena kurangnya pengetahuan tentang aksara Jawa, pemilik Alkitab kuno ini akhirnya menggandeng komunitas aksara Jawa "Sego Jabung" Jogjakarta, untuk membantu membaca dan menerjemahkan tulisan dan catatan dari sejumlah para pastur atau misionaris yang pernah memiliki Alkitab. "Saya ingin merawatnya, dan menjadi museum mini di rumah," tuturnya.
"Dari hasil pencarian yang saya lakukan di internet, kemungkinan Alkitab kuno beraksara Jawa yang dicetak di Belanda pada tahun 1894 ini, merupakan Alkitab beraksara Jawa tertua yang ada di Indonesia, karena Alkitab beraksara Jawa yang berisi perjanjian lama dan dicetak tahun 1913 saat ini tersimpan di Museum Alkitab Indonesia," ungkapnya.
Baca juga: Misteri Warna Merah Darah di Laut Galuh, Pertanda Buruk Sebelum Perang Bubat Pecah
Indra Suro Inggeno saat ini memiliki dua buah Alkitab kuno beraksara Jawa, yang dicetak pada tahun 1894 dan 1933. Meskipun sama-sama beraksara Jawa, namun Alkitab cetakan tahun 1933 hanya berisi ayat-ayat dan tidak bergambar. Kondisi Alkitab kuno cetakan tahun 1894 saat ini masih cukup baik, dan bisa terbaca dengan jelas, meskipun ada beberapa lembaran yang sobek.
Karena kurangnya pengetahuan tentang aksara Jawa, pemilik Alkitab kuno ini akhirnya menggandeng komunitas aksara Jawa "Sego Jabung" Jogjakarta, untuk membantu membaca dan menerjemahkan tulisan dan catatan dari sejumlah para pastur atau misionaris yang pernah memiliki Alkitab. "Saya ingin merawatnya, dan menjadi museum mini di rumah," tuturnya.
(eyt)
Lihat Juga :