Angka Anak Putus Sekolah di Bangka Tengah Meningkat, Apa Langkah Pemerintah?

Sabtu, 18 Desember 2021 - 05:47 WIB
loading...
Angka Anak Putus Sekolah di Bangka Tengah Meningkat, Apa Langkah Pemerintah?
Kepala Dindik Bangka Tengah. Foto : iNews.id/Rachmat Kurniawan.
A A A
BANGKA TENGAH - Angka anak putus sekolah di Bangka Tengah meningkat. Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Bangka Tengah mengambil langkah fokus menggerakkan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) dan fasilitas beasiswa bagi anak kurang mampu. Peningkatan ini terjadi terjadi seelah terjadinya pandemi COVID-19 di Kabupaten Bangka Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Iskandar menuturkan, angka putus sekolah ini terjadi di berbagai jenjang pendidikan, mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca juga: Nekat Lintasi Jembatan Gantung, 2 Orang Tewas Seketika Usai Mobil Terjun Bebas ke Sungai

"Selama pandemi COVID-19 ini memang ada peningkatan untuk angka putus sekolah ini di bandingkan tahun lalu. Dimana saat ini kita belum mengetahui angka pastinya, karena masih proses pendataan di sekolah-sekolah. Tetapi memang yang paling banyak rata-rata angka putus sekolah ini tingkat SMP di bandingkan SD, sementara yang SMA ini datanya dari provinsi," ujar Iskandar, Jumat (17/12/2021).

Iskandar menambahkan, ada beberapa penyebab anak putus sekolah di wilayahnya, di antaranya tidak adanya kemauan atau minat untuk sekolah, kurangnya motivasi, menikah, dan lainnya.

"Memang anak-anak yang putus sekolah ini kita lihat kurangnya motivasi dan memang tidak ada lagi kemauan dan memilih untuk bekrja ataupun lainnya. Untuk itu disini kita berkoordinasi dengan kepala sekolah dan mengajak untuk memberikan motivasi kepada anak-anak pentingnya dunia pendidikan," tambahnya.

Baca juga: Gunung Semeru Naik Level Siaga, Warga Kosongkan Rumah dan Kemasi Harta Benda

Iskandar menuturkan, guna mengantisipasi terjadinya peningkatan angka putus sekolah pihaknya pun turut membantu memfasilitasi pendidikan kepada siswa/siswi, khususnya anak-anak yang kurang mampu melalui bantuan beasiswa.

Bahkan, pihaknya pun tahun 2021 ini akan menyerahkan sebanyak 660 beasiswa bagi pelajar SD dan SMP yang kurang mampu di wilayahnya.

"Selama pandemi memang ada yang ikut membantu orangtua, entah itu berjual atau apa. Tapi kita tidak ada data real ini. Kalau memang anak ini putus sekola karena kurang mampu kita akan bantu. Dimana Dindik sudah memberikan beasiswa ini baik melalui anggaran Pemda, bantuan Baznas, dan lainnya," kata Iskandar.

Selain itu ia menambahkan, pihaknya saat ini juga fokus untuk menambah program PKBM di kecamata yang ada di wilayahnya, khususnya memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak ataupun masyarakat umum yang ingin mendapatkan pembelajaran atau mengikuti paket.

Diketahui sejauh ini PKBM yang tersedia di Kabupaten Bangka Tengah ada tujuh, yaitu PKBM Pesisir, Terpadu Lubuk Besar, Bintang Prestasi, Sabar Menanti, Rumah Inspirasi, Perintis dan Atap Langit.

"Program PKBM ini gratis dan ini menjadi upaya kita untuk kembali mengajak dan menggugah masyarakat untuk sekolah, kita harapkan melalui ini bisa meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita," imbuhnya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2239 seconds (10.177#12.26)