Napi Lapas Narkoba Sungguminasa Meninggal Usai Pengembangan Kasus
Jum'at, 17 Desember 2021 - 21:23 WIB
loading...
Andi Lolo (tengah), tahanan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa yang meninggal usai mengikuti pengembangan kasus yang dilakukan aparat Polda Sulsel. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Seorang narapidana Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa bernama Andi Lolo meninggal dunia. Ia meninggalusai ikut petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel dalam pengembangan kasus pada Rabu 15 Desember 2021.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pengembangan dibutuhkan untuk mengungkap jaringan narkoba jenis sabu-sabu. Olehnya itu pihaknya melakukan bon atau peminjamanAndi Lolo di Lapas Narkoba Sungguminasa.
Baca juga:Seorang Pria di Biringkanaya Tewas Dikeroyok Gegara Bullying
"Beberapa waktu lalu Direktorat Narkoba mengungkap kasus narkoba sebesar 75 Kg sabu-sabu. dalam rangka melakukan pengembangan, anggota kami memang mengebon ke LP untuk melacak dan mengembangan kasus yang terjadi," kata Nana, Jumat (17/12).
Dia menyampaikan, baru kira-kira satu atau dua jam diajak pengembangan, Andi Lolo mengeluh sakit di dada kiri kemudian kejang. Polisi lalu membawanya ke Rumah Sakit Faisal Makassar , namun tim medis menyatakan narapidana tersebut meninggal dunia.
"Dalam hal ini kami sudah menghubungi keluarganya dan kami pun terus melakukan upaya lanjutan yaitu dengan otopsi di RS Bhayangkara juga bersama-sama rumah sakit independen ini untuk membuktikan terkait penyebab meninggalnya tersangka tersebut," ungkap Nana.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, pengembangan dibutuhkan untuk mengungkap jaringan narkoba jenis sabu-sabu. Olehnya itu pihaknya melakukan bon atau peminjamanAndi Lolo di Lapas Narkoba Sungguminasa.
Baca juga:Seorang Pria di Biringkanaya Tewas Dikeroyok Gegara Bullying
"Beberapa waktu lalu Direktorat Narkoba mengungkap kasus narkoba sebesar 75 Kg sabu-sabu. dalam rangka melakukan pengembangan, anggota kami memang mengebon ke LP untuk melacak dan mengembangan kasus yang terjadi," kata Nana, Jumat (17/12).
Dia menyampaikan, baru kira-kira satu atau dua jam diajak pengembangan, Andi Lolo mengeluh sakit di dada kiri kemudian kejang. Polisi lalu membawanya ke Rumah Sakit Faisal Makassar , namun tim medis menyatakan narapidana tersebut meninggal dunia.
"Dalam hal ini kami sudah menghubungi keluarganya dan kami pun terus melakukan upaya lanjutan yaitu dengan otopsi di RS Bhayangkara juga bersama-sama rumah sakit independen ini untuk membuktikan terkait penyebab meninggalnya tersangka tersebut," ungkap Nana.
Lihat Juga :