Viral Perundungan Anak di Bawah Umur, Polisi: 10 Pelaku Masih Anak-anak

Selasa, 23 November 2021 - 15:41 WIB
Viral Perundungan Anak di Bawah Umur, Polisi: 10 Pelaku Masih Anak-anak
Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto menyampaikan keterangan resmi terkait kasus viral perundungan anak di bawah umur. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Pelaku perundungan disertai penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Kota Malang, Jawa Timur yang sempat viral di media sosial akhirnya terungkap. Polresta Malang telah mengamankan 10 terduga pelaku yang masih anak-anak.

Dalam video berdurasi 2 menit 29 detik yang beredar di medsos, korban mengalami pemukulan, tendangan, diejek, hingga dijambak rambutnya oleh beberapa teman korban.

Baca juga: Viral! Video Perundungan Siswi Dikeroyok 8 Orang Usai Dicabuli

"Kemarin kita mengamankan lebih kurang sepuluh orang yang diduga melakukan tindakan kekerasan ataupun dan persetubuhan. Kita mengamankan dari tadi malam sepuluh orang yang diduga melakukan tindak pidana," kata Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto saat menggelar rilis di Mapolresta Malang Kota, Selasa siang (23/11/2021).

Buher, sapaan akrab Budi Hermanto menyatakan, terduga pelaku diamankan tanpa perlawanan dan hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polresta Malang Kota.

Namun dia menegaskan, terduga pelaku belum diambil langkah hukum mengenai status kesepuluh orang tersebut, mengingat masih proses pengambilan keterangan.



"(Sepuluh orang terduga pelaku) Sebagai saksi, kami akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan (tersangka), sesuai dengan peran masing-masing, kita akan pilah, kita lihat dulu perbuatannya masing-masing sesuai keterangan, perbuatan dan lain-lain," terang Buher.

Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini 4 Dampak Perundungan pada Perkembangan Anak

Dirinya mengaku sangat berhati-hati untuk melakukan pemeriksaan kepada sepuluh orang terduga pelaku, termasuk korbannya. Mengingat status mereka masih anak di bawah umur. Sehingga harus melibatkan tim psikolog dan pendampingan khusus dari dinas sosial, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang memiliki wewenang mendampingi anak-anak yang tersangkut kasus hukum.

"Kami menyampaikan bahwa korban ini dan para pelaku statusnya masih anak-anak. Sehingga kami bekerja sama dengan psikolog, P2TP2A, dan Bapas dalam menangani kasus ini," ungkapnya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1219 seconds (10.101#12.26)