Tarif Baru Pete-pete di Makassar: Umum Rp7.000 dan Pelajar Rp3.000

Jum'at, 19 November 2021 - 19:35 WIB
loading...
Tarif Baru Pete-pete...
Tarif angkutan umum alias pete-pete di Kota Makassar mengalami kenaikan mencapai 30 persen. Foto: Istimewa
A A A
MAKASSAR - Tarif baru pete-pete di Kota Makassar sudah ditetapkan. Ada kenaikan sebesar 30 persen dari sebelumnya.

Penetapan tarif angkutan umum tersebut sudah disepakati Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar , Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), usai bertemu di Kantor Dishub Kota Makassar, Jumat (19/11/2021).

Baca Juga: Rencana Pengadaan Pete-Pete Smart Pemkot Makassar Perlu Dikaji Ulang

Kepala Bidang Moda Transportasi Dishub Kota Makassar , Jasman Launtung, mengatakan penetapan tarif baru pete-pete ini berdasarkan hasil penelitian dari MTI. Dari hitungannya, kenaikan tarif bisa dilakukan paling besar 30 persen dari tarif sebelumnya.

“Makanya ada petunjuk bahwa kita ambil moderatnya sekitar 30 persen sehingga harga yang ada sesuai yang ada sekarang itu kita sepakati Rp7.000. Untuk semua trayek sama,” ungkap Jasman.

Tarif tersebut berlaku untuk masyarakat umum. Namun khusus untuk pelajar hingga tingkat SMA/sederajat, mereka menyepakati tarifnya hanya sebesar Rp3.000. Tidak dinaikkan seperti tarif masyarakat umum.

“Yang menarik adalah adanya subsidi yang kita berikan untuk pelajar. Itu kita malah turunkan menjadi Rp3.000 untuk sekali naik di semua trayek,” bebernya.

Ketua Organda Makassar, Zainal Abidin mengemukakan, penetapan tarif untuk pelajar ini merupakan hasil subsidi silang dengan tarif masyarakat umum. Juga dipertimbangkan dari presentase kenaikan yang angkanya dibulatkan.

“Subsidi silang di situ yaitu masyarakat umum yang membayar Rp7.000 dengan pembulatan Rp6.200 menjadi Rp7000. Kemudian anak sekolah dari Rp4.000 kita turunkan menjadi Rp3.000,” terang Zainal.

Sebelumnya, tarif pete-pete sekali naik di Kota Makassar berada di angka Rp5.000. Namun karena adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite dan langkanya premium, tarif pete-pete juga ikut menyesuaikan.

“Ini kita sesuaikan sambil menunggu pengumuman pemerintah, menghadirkan kembali kelangkaan premium itu atau dikembalikan harga pertalite ke harga premium. Jadi ini untuk sementara kita berlakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan MTI Sulsel Prof Isran Ramli mengemukakan, kenaikan tarif pete-pete cukup rasional dengan kondisi yang terjadi. Kendati begitu, kenaikan tarif ini disebutnya tetap perlu berlandaskan pda regulasi penghitungan besaran tarif.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Pete-pete di Tana Toraja, Seorang Penumpang Tewas

"Kami dari sisi masyarakat tentunya memohon kepada Organda dan juga pemerintah dapat mencermati situasi kemampuan ekonomi masyarakat dewasa ini, khususnya pada masa pandemik,” kata dia.

Isran menyadari, kelangkaan BBM jenis premium di Kota Makassar memang cukup berpengaruh bagi para sopir pete-pete . Ditambah lagi, kini program pertalite harga premium sudah tidak berlaku lagi di Kota Makassar.

“Hasil ini sudah dibuatkan resume dan akan disampaikan ke bagian hukum. Setelah itu akan disiapkan bagannya. Sudah ada draftnya untuk dibuat perwalinya,” tandasnya.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
2 Rute Baru Transjabodetabek...
2 Rute Baru Transjabodetabek dari Depok ke Jakarta Disetujui untuk Diuji Coba
ASN di Jakarta Tiap...
ASN di Jakarta Tiap Rabu Wajib Naik Transportasi Umum secara Gratis
RS Vertikal Makassar...
RS Vertikal Makassar Milik Pemerintah Kini Miliki Fasilitas AC VRF
Hore! Angkot di Malang...
Hore! Angkot di Malang Bakal Pakai AC dan Penumpang Gratis
Puncak Makassar Eight...
Puncak Makassar Eight Festival Dipindahkan ke Tugu MNEK, Ini Alasannya
6,2 Juta Orang Mudik...
6,2 Juta Orang Mudik Naik Angkutan Umum H-4 Lebaran, Kereta Api Jadi Favorit
Membenahi Tata Kelola...
Membenahi Tata Kelola Angkutan Wisata Jelang Mudik Lebaran
Konsumsi Bensin Naik...
Konsumsi Bensin Naik Tipis saat Nataru, Masyarakat Liburan Pilih Transportasi Umum
Rekomendasi
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved