Dinkes Sebut Kecamatan Sako Palembang Terbanyak Kasus DBD
Jum'at, 12 November 2021 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Upaya pencegahan 3M yakni menguras/membersihkan, menutup dan mengubur masih menjadi langkah efektif dalam pencegahan DBD. "Kami sudah membuat edaran ke camat dan lurah untuk memberantas sarang nyamur di wilayahnya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi P2 Penyakit Menular Dinkes Provinsi Sumsel menyebutkan, bahwa Palembang menjadi kota yang paling banyak mengalami kasus DBD.
Sementara, untuk sebaran kasus DPD di tingkat kabupaten, OKU 1 kasus, OKI 11, Muara Enim 42, Lahat 33, Musi Rawas 13, Musi Banyuasin 33, Banyuasin 49, Oku Selatan 3, Oku Timur 70, OI 41, Empat Lawang 12, Palembang 165, Prabumulih 55, Pagaralam 1, Linggau 49, Pali 62 dan Muratara 2 kasus. Namun, dibanding dengan tahun 2020 Sumsel mengalami penurunan kasus cukup drastis.
"Tahun 2020 kita ada 2.359 kasus dan tahun ini 642 kasus, artinya penurunan ini cukup banyak. Meski demikian kami tetap memperhatikan dan memberi sosialisasi tentang pentingnya menerapkan 3M," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi P2 Penyakit Menular Dinkes Provinsi Sumsel menyebutkan, bahwa Palembang menjadi kota yang paling banyak mengalami kasus DBD.
Sementara, untuk sebaran kasus DPD di tingkat kabupaten, OKU 1 kasus, OKI 11, Muara Enim 42, Lahat 33, Musi Rawas 13, Musi Banyuasin 33, Banyuasin 49, Oku Selatan 3, Oku Timur 70, OI 41, Empat Lawang 12, Palembang 165, Prabumulih 55, Pagaralam 1, Linggau 49, Pali 62 dan Muratara 2 kasus. Namun, dibanding dengan tahun 2020 Sumsel mengalami penurunan kasus cukup drastis.
"Tahun 2020 kita ada 2.359 kasus dan tahun ini 642 kasus, artinya penurunan ini cukup banyak. Meski demikian kami tetap memperhatikan dan memberi sosialisasi tentang pentingnya menerapkan 3M," jelasnya.
(don)
Lihat Juga :