Serangan COVID-19 Tewaskan Pengawas Sekolah di Mojokerto
Jum'at, 05 Juni 2020 - 11:02 WIB
loading...
Petugas mengevakuasi jenazah positif COVID-19. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDonews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim), Wahid Wahyudi memastikan, salah satu peserta pelantikan dari unsur pengawas sekolah asal Mojokerto itu meninggal dunia akibat COVID-19. Itu setelah hasil tes swab keluar pada 3 Juni 2020.
(Baca juga: Cegah COVID-19, Jalan Rungkut Menanggal Surabaya Ditutup )
Sebelumnya pada Senin (1/6/2020) malam di Gedung Negara Grahadi Surabaya saat konferensi pers, Wahid hanya mengatakan yang bersangkutan sakit lambung dan belum bisa dipastikan meninggalnya karena virus corona.
"Acara pelantikan pada tanggal 20 Mei. Masuk rumah sakitnya tanggal 23 Mei 2020 atau tiga hari setelah pelantikan. Baru diketahui positif COVID-19 itu pada 3 Juni. Tapi waktu itu dirapid test, dua kali non reaktif. Kemudian, meninggal. Setelah diswab, ternyata positif," ujar Wahid, Jumat (5/6/2020).
Awalnya, kata dia, pengawas sekolah tersebut sempat dikatakan sakit maag kronis. Karena sewaktu periksa diri ke rumah sakit keluhannya sakit perut. Namun, belakangan diketahui ada flek di paru-parunya karena perokok berat. Setelah hasil swab keluar terbukti positif Covid-19.
(Baca juga: Cegah COVID-19, Jalan Rungkut Menanggal Surabaya Ditutup )
Sebelumnya pada Senin (1/6/2020) malam di Gedung Negara Grahadi Surabaya saat konferensi pers, Wahid hanya mengatakan yang bersangkutan sakit lambung dan belum bisa dipastikan meninggalnya karena virus corona.
"Acara pelantikan pada tanggal 20 Mei. Masuk rumah sakitnya tanggal 23 Mei 2020 atau tiga hari setelah pelantikan. Baru diketahui positif COVID-19 itu pada 3 Juni. Tapi waktu itu dirapid test, dua kali non reaktif. Kemudian, meninggal. Setelah diswab, ternyata positif," ujar Wahid, Jumat (5/6/2020).
Awalnya, kata dia, pengawas sekolah tersebut sempat dikatakan sakit maag kronis. Karena sewaktu periksa diri ke rumah sakit keluhannya sakit perut. Namun, belakangan diketahui ada flek di paru-parunya karena perokok berat. Setelah hasil swab keluar terbukti positif Covid-19.
Lihat Juga :