Strategi Jayakatwang Hancurkan Singasari Lewat Serangan 2 Arah, dan Bunuh Kertanegara saat Pesta Miras

Minggu, 07 November 2021 - 05:00 WIB
loading...
Strategi Jayakatwang...
Candi Singasari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menjadi tempat pendarmaan Raja Kertanagara. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A A A
Raja Kertanegara tewas dibunuh Jayakatwang, saat berpesta minuman keras. Raja terakhir Singasari ini, tak menyadari pasukan Gelang-gelang yang dipimpin Jayakatwang, telah menyerang hingga ke pusat keraton Singasari.

Baca juga: Murka Anusapati Setelah Ken Dedes Bocorkan Pembunuhan Tunggul Ametung oleh Ken Arok

Kertanegara naik tahta sebagai raja ke lima Kerajaan Singasari, menggantikan ayahnya Wisnuwardhana. Dia akhirnya menjadi raja terakhir dari kerajaan yang didirikan oleh Ken Arok tersebut. Kerajaan Singasari didirikan ken Arok, usai menghabisi Raja Kadiri, Kertajaya.

Kematian memilukan Kertanagara di dalam istana Kerajaan Singasari sendiri tersebut, tak lepas dari siasat jitu Jayakatwang yang kala itu memimpin Gelang-gelang. Atas saran dari Aria Wiraraja, Jayakatwang menyerang Kerajaan Singasari dari dua arah.

Pada awalnya, Jayakatwang mengirimkan pasukan kecil dari sisi utara yang dipimpin Jaran Guyang. Tak ingin pemberontakan Jayakatwang meluas, Kertanagara mengirimkan pasukan Kerajaan Singasari yang dipimpin menantunya, Raden Wijaya.

Baca juga: Kisah Ken Umang, Cinta Pertama Ken Arok dan Pejuang Singasari yang Hanya Menjadi Selir

Menurut Riboet Darmosoetopo dalam tulisannya yang berjudul "Sejarah Perkembangan Majapahit", dan termuat dalam "700 Tahun Majapahit, Sebuah Bunga Rampai", disebutkan Raden Wijaya menghadang pasukan Jayakatwang, bersama para panglima yang memiliki pengalaman dalam perang.

Para panglima yang turut serta menghadang pasukan Jayakatwang, antara lain Banyak Kapuk, Ranggalawe, Pedang, Sora, Dangdi, Gajahpanggon, Nambi yang merupakan anak Aria Wiraraja, Peteng, dan Wirot.

Saat Raden Wijaya dapat memporakporandakan pasukan Jayakatwang di sisi utara Kerajaan Singasari. Ternyata, pasukan yang lebih besar datang menyerang dari sisi selatan, dan langsung masuk ke jantung Kerajaan Singasari.

Pusat Kerajaan Singasari yang tidak terjaga, dengan mudah ditakhlukkan pasukan Jayakatwang yang datang dari arah selatan. Pasukan yang dipimpin Patih Mahisa Mundarang, langsung masuk mengobrak-abrik istana, dan membunuh Raja Kertanagara.

Raja Kertanegara disebut sedang pesta minum-minum saat pasukan Jayakatwang datang menyerang ke dalam istana. Namun, Negarakartagama menyebut, Raja Kertanegara yang merupakan penganut aliran Tantra, bukan sedang berpesta namun melakukan ritual keagamaan.

Baca juga: Terlanjur Lepas Daster, 2 Wanita Seksi Panik Kepergok Mandi Keringat dengan 1 Pria

Strategi serangan dari dua arah, dan dilakukan pada saat yang tepat tersebut, dilakukan Jayakatwang, berkat saran dari Aria Wiraraja yang saat itu sudah digeser oleh Raja Kertanegara menjadi Bupati Sumenep.

Diduga, pergeseran menjadi Bupati Sumenep tersebut, memicu rasa sakit hati Aria Wiraraja terhadap Raja Kertanegara. Aria Wiraraja yang mengetahui kondisi Kerajaan Singasari sedang kosong, karena sebagian besar pasukannya melakukan penyerangan ke Melayu, meminta Jayakatwang membagi pasukannya menjadi dua. Satu sebagai pengecoh, dan satu kekuatan besar untuk memukul.

Pemberontakan dan perang penuh darah dalam perebutan kekuasaan antara Singasari, dengan Kadiri tersebut, sebenarnya terjadi antar keluarga dan kerabat kerajaan. Secara silsilah keluarga, Kertanagara merupakan kakak dari Turukbali yang merupakan istri Jayakatwang. Sementara di pasukan Raden Wijaya, ada Nambi yang merupakan anak Aria Wiraraja.

Selain itu, Raja Kertanegara yang sudah mencium gelagat perlawanan dari Jayakatwang, mencoba meredamnya dengan menikahkan putrinya dengan putra Jayakatwang, Ardharaja. Namun, strategi ini tak berjalan mulus dan Jayakatwang yang kala itu menjabat sebagai Bupati Gelang-gelang, tetap melakukan pemberontakan hingga menewaskan Raja Kertanagara.

Ardharaja yang saat terjadi serangan pasukan Jayakatwang, sedang berada dalam pasukan Raden Wijaya. Akhirnya turut berkhianat kepada Kertanegara yang tak lain merupakan mertuanya sendiri. Dia lebih memilih ikut pasukan ayahnya sendiri.

Baca juga: Briptu D Ditangkap Polda Sulawesi Tengah, Bawa Uang Rp4,4 Miliar Diduga Suap Masuk Polisi

Kematian Raja Kertanagara, membuat Singasari runtuh. Jayakatwang akhirnya naik tahta menjadi Raja Kadiri. Jayakatwang menyimpan dendam kesumat terhadap Singasari, karena Raja Kadiri, Kertajaya yang merupakan leluhur Jayakatwang, tewas dibunung Ken Arok.

Riboet Darmosoetopo menyebutkan, menurut prasasti Mula-Malurung 1177 Saka, Wisnuwardhana menikah dengan Naraya Waning Hyung, putri pamannya. Dari pernikahan itu, memiliki anak, Kertanagara, Naraya Murddhaja, dan Turubalik. Turukbali diperistri Jayakatwang.

Hubungan Raden Wijaya dengan Singasari juga sangat dekat. Saat Singasari dipimpin ayah Wisnuwardhana, Ranggawungi. Mahisa Cempaka memberikan dukungan penuh kepada Ranggawungi. Mahisa Cempaka memiliki anak bernama Lembu Tal. Lembu Tal memiliki anak Raden Wijaya.

Baca juga: Kisah Jayanegara, Raja Kedua Majapahit yang Penuh Pemberontakan dan Terbunuh Akibat Wanita Cantik

Saat Singasari telah ditakhlukkan oleh Jayakatwang, datang pasukan Mogol yang hendak menyerang Singasari. Kedatangan pasukan Mongol ini, dimanfaatkan Raden Wijaya menjadi kekuatan untuk menyerang balik Kadiri.

Serangan balik dari Raden Wijaya, yang memanfaatkan pasukan Mongol tersebut, mampu menakhlukkan Jayakatwang. Kerajaan Kadiri yang baru saja dibangkitkan Jayakatwang melalui perang besar melawan Singasari, akhirnya pupus kembali.

Sementara Raden Wijaya dengan para panglimanya, balik menyerang pasukan Mongol yang telah kelelehan berperang melawan pasukan Kadiri. Pasukan mongol akhirnya lari tunggang langgang, dan Raden Wijaya berhasil mendirikan Majapahit, lalu naik tahta menjadi raja pertama.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Berita Terkini
Tak Hanya 287 WNA, 4...
Tak Hanya 287 WNA, 4 WNI Turut Jadi Tersangka Judol Hayam Wuruk
Kaesang Saksikan Pelantikan...
Kaesang Saksikan Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji Lampung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Polri Tetapkan 287 WNA...
Polri Tetapkan 287 WNA Tersangka Kasus Markas Judi Online Jalan Hayam Wuruk Jakarta
Penampakan Razman Nasution...
Penampakan Razman Nasution Pakai Peci dan Sarung saat Dijebloskan ke Lapas Cipinang
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved