Gempa Myanmar Jadi Peringatan, HIPMI Jaya Dorong Regulasi Bangunan Antigempa di Jakarta
Sabtu, 29 Maret 2025 - 18:34 WIB
loading...
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) Riandy Haroen menyoroti pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan terhadap bahaya gempa bumi di Jakarta. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) Riandy Haroen menyoroti pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan terhadap bahaya gempa bumi di Jakarta. Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap gempa.
Maka itu, penerapan teknologi antigempa harus menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur. “Kita tidak bisa menunggu bencana terjadi baru bertindak,” kata Riandy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/3/2025).
Menurut dia, Indonesia harus belajar dari peristiwa gempa yang melanda Myanmar pada 28 Maret 2025 yang juga dirasakan hingga Bangkok, Thailand. Secara geografis, kata dia, Indonesia dan Thailand memiliki kemiripan dalam potensi gempa.
Baca juga: 2 Gempa Bumi Dahsyat Guncang Myanmar dan Thailand
“Pemerintah provinsi dan dunia usaha harus bersinergi dalam menerapkan standar bangunan antigempa untuk melindungi masyarakat,” tuturnya.
Maka itu, penerapan teknologi antigempa harus menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur. “Kita tidak bisa menunggu bencana terjadi baru bertindak,” kata Riandy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/3/2025).
Menurut dia, Indonesia harus belajar dari peristiwa gempa yang melanda Myanmar pada 28 Maret 2025 yang juga dirasakan hingga Bangkok, Thailand. Secara geografis, kata dia, Indonesia dan Thailand memiliki kemiripan dalam potensi gempa.
Baca juga: 2 Gempa Bumi Dahsyat Guncang Myanmar dan Thailand
“Pemerintah provinsi dan dunia usaha harus bersinergi dalam menerapkan standar bangunan antigempa untuk melindungi masyarakat,” tuturnya.
Lihat Juga :