Momen Raja Majapahit Redam Pemberontakan Sadeng saat Konflik Gajah Mada dan Kembar
Rabu, 26 Maret 2025 - 05:57 WIB
loading...
Sepeninggal Jayanagara sebagai Raja Majapahit, takhta diteruskan Tribhuwana Wijayatunggadewi yang merupakan perempuan muda. Naiknya Tribhuwana sebagai penguasa Majapahit tidak dalam kondisi ideal. Foto: Ist
A
A
A
SEPENINGGALJayanagara sebagai Raja Majapahit , takhta diteruskan Tribhuwana Wijayatunggadewi yang merupakan perempuan muda. Naiknya Tribhuwana sebagai penguasa Kerajaan Majapahit tidak dalam kondisi ideal.
Terdapat friksi atau konflik internal di istana. Tentu yang menonjol adanya 2 panglima yang saling berebut memerangi lawan. Ini membuat Tribhuwana kebingungan, terlebih dia masih berusia muda dan baru menjabat sebagai penguasa Majapahit.
Baca juga: Kehebatan Tribhuwana Tunggadewi, Raja Perempuan Majapahit yang Jago Perang
Benar saja kemunculan Pemberontakan Sadeng pada 1221 memanfaatkan belum cakapnya sang penguasa. Saat itu Sadeng yang berada di bawah kekuasaan Majapahit terang-terangan menentang sang ratu Tribhuwana Tunggadewi.
Sadeng negeri bawahan Majapahit di pesisir selatan mengumumkan tak mau lagi membayar upeti kepada pemerintah pusat.
Terdapat friksi atau konflik internal di istana. Tentu yang menonjol adanya 2 panglima yang saling berebut memerangi lawan. Ini membuat Tribhuwana kebingungan, terlebih dia masih berusia muda dan baru menjabat sebagai penguasa Majapahit.
Baca juga: Kehebatan Tribhuwana Tunggadewi, Raja Perempuan Majapahit yang Jago Perang
Benar saja kemunculan Pemberontakan Sadeng pada 1221 memanfaatkan belum cakapnya sang penguasa. Saat itu Sadeng yang berada di bawah kekuasaan Majapahit terang-terangan menentang sang ratu Tribhuwana Tunggadewi.
Sadeng negeri bawahan Majapahit di pesisir selatan mengumumkan tak mau lagi membayar upeti kepada pemerintah pusat.
Lihat Juga :