Wali Kota Mojokerto Raih KDI 2021 Berkat Inovasi Inkubasi Wirausaha
Jum'at, 05 November 2021 - 23:17 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, ini adalah salah satu wujud masyarakat kota Mojokerto mau bersama-sama bergandengan tangan untuk membangkitkan kembali ekonomi kota Mojokerto dan wujud untuk kembali bangkit.
Berdasarkan data, setidaknya 1.080 warga Kota Mojokerto pada 2020 telah mendapatkan program Inkubasi Wirausaha yang diselenggarakan selama enam bulan. Sementara pada 2021, jumlah warga yang mendapatkan program Inkubasi Wirausaha bertambah jumlahnya hingga mencapai mencapai 5.000 orang.
“Khusus di bawah Disperindag sebanyak 4.300 orang, dan di bawah DKPP sebanyak 1.500 orang. Sementara lebih dari 5.000 kami berikan pelatihan, pendampingan, dan nantinya akan kami berikan bantuan permodalan sarana prasarana, dan terakhir kami dampingi juga hingga ke pemasarannya,” ucapnya.
Pada tahun ini, fokus Pemkot Mojokerto adalah Inkubasi Wirausaha kepada 8.398 kepala keluarga (KK) dari 26.482 KK penerima bantuan sosial. Mereka diberi pelatihan, pendampingan, pemberian modal kerja, dan pembentukan koperasi untuk kelompok wirausaha hasil inkubasi.
Program Inkubasi Wirausaha ini pada 2020 dari APBD Kota Mojokerto sebesar Rp. 10 miliar. Jumlahnya kemudian bertambah seiring Covid-19 melandai. Pada tahun 2021, dana dari APBD yang disuntikkan untuk menggerakan lagi roda perekonomian mencapai Rp. 25 miliar.
Ning Ita juga menyampaikan baru-baru ini Inkubasi Wirausaha frozen food ramai peminat. Setidaknya ada 376 peminat yang dibagi menjadi beberapa gelombang guna menghindari kerumunan. Menurutnya, peminatnya didominasi oleh kaum perempuan. Sehingga para perempuan di Kota Mojokerto turut menjadi penggerak roda perekonomian serta mendukung pemulihan ekonomi daerah.
Hingga kini, Inkubasi Wirausaha tak pernah sepi peminat dari berbagai produk. Ning Ita mengungkapkan, Pemkot Mojokerto telah menyiapkan regulasi Inkubasi Wirausaha agar produk-produk UKM tersebut bisa dipasarkan ke pasar-pasar modern di Kota Mojokerto.
Secara perlahan, selama dua tahun ini program-program terkait ekonomi membawa dampak positif bagi masyarakat Kota Mojokerto. Meski masih di dalam suasana pandemi, PDRB Kota Mojokerto merangkak naik dari 2018 hanya 6,333,225.96 menjadi 8,274,703.29 pada 2021.
Ia mengungkapkan kesuksesan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menyelenggarakan roda pemerintahan tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Mulai dari elemen masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat. "Penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat Kota Mojokerto yang telah bekerja keras dan bekerja sama dalam mengatasi pandemi Covid-19 demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan memulihkan perekonomian daerah Mojokerto," ucapnya.
Ning Ita memang patut mendapatkan Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 yang digelar oleh KORAN SINDO dan SINDOnews.com yang tergabung dalam MNC Portal Indonesia. Media nasional ini memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang melakukan inovasi dan terobosan dalam membangun daerahnya.
Neng Ita sudah banyak melakukan inovasi dan terobosan dalam membangun daerahnya. Kita tunggu aksi inovatif selanjutnya. Selamat berkarya.
Berdasarkan data, setidaknya 1.080 warga Kota Mojokerto pada 2020 telah mendapatkan program Inkubasi Wirausaha yang diselenggarakan selama enam bulan. Sementara pada 2021, jumlah warga yang mendapatkan program Inkubasi Wirausaha bertambah jumlahnya hingga mencapai mencapai 5.000 orang.
“Khusus di bawah Disperindag sebanyak 4.300 orang, dan di bawah DKPP sebanyak 1.500 orang. Sementara lebih dari 5.000 kami berikan pelatihan, pendampingan, dan nantinya akan kami berikan bantuan permodalan sarana prasarana, dan terakhir kami dampingi juga hingga ke pemasarannya,” ucapnya.
Pada tahun ini, fokus Pemkot Mojokerto adalah Inkubasi Wirausaha kepada 8.398 kepala keluarga (KK) dari 26.482 KK penerima bantuan sosial. Mereka diberi pelatihan, pendampingan, pemberian modal kerja, dan pembentukan koperasi untuk kelompok wirausaha hasil inkubasi.
Program Inkubasi Wirausaha ini pada 2020 dari APBD Kota Mojokerto sebesar Rp. 10 miliar. Jumlahnya kemudian bertambah seiring Covid-19 melandai. Pada tahun 2021, dana dari APBD yang disuntikkan untuk menggerakan lagi roda perekonomian mencapai Rp. 25 miliar.
Ning Ita juga menyampaikan baru-baru ini Inkubasi Wirausaha frozen food ramai peminat. Setidaknya ada 376 peminat yang dibagi menjadi beberapa gelombang guna menghindari kerumunan. Menurutnya, peminatnya didominasi oleh kaum perempuan. Sehingga para perempuan di Kota Mojokerto turut menjadi penggerak roda perekonomian serta mendukung pemulihan ekonomi daerah.
Hingga kini, Inkubasi Wirausaha tak pernah sepi peminat dari berbagai produk. Ning Ita mengungkapkan, Pemkot Mojokerto telah menyiapkan regulasi Inkubasi Wirausaha agar produk-produk UKM tersebut bisa dipasarkan ke pasar-pasar modern di Kota Mojokerto.
Secara perlahan, selama dua tahun ini program-program terkait ekonomi membawa dampak positif bagi masyarakat Kota Mojokerto. Meski masih di dalam suasana pandemi, PDRB Kota Mojokerto merangkak naik dari 2018 hanya 6,333,225.96 menjadi 8,274,703.29 pada 2021.
Ia mengungkapkan kesuksesan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menyelenggarakan roda pemerintahan tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Mulai dari elemen masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat. "Penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat Kota Mojokerto yang telah bekerja keras dan bekerja sama dalam mengatasi pandemi Covid-19 demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan memulihkan perekonomian daerah Mojokerto," ucapnya.
Ning Ita memang patut mendapatkan Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 yang digelar oleh KORAN SINDO dan SINDOnews.com yang tergabung dalam MNC Portal Indonesia. Media nasional ini memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang melakukan inovasi dan terobosan dalam membangun daerahnya.
Neng Ita sudah banyak melakukan inovasi dan terobosan dalam membangun daerahnya. Kita tunggu aksi inovatif selanjutnya. Selamat berkarya.
(srf)
Lihat Juga :