Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Kamis, 02 Juli 2026 - 16:20 WIB
loading...
Program pendampingan (inkubasi) UMKM GemaWira yang diselenggarakan Yayasan Indonesia Setara (YIS) selama tiga bulan menunjukkan hasil nyata. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Program pendampingan (inkubasi) UMKM GemaWira yang diselenggarakan Yayasan Indonesia Setara (YIS) selama tiga bulan menunjukkan hasil nyata. Tiga peserta terbaik program tersebut berhasil meningkatkan omzet usahanya setelah menerapkan berbagai materi pendampingan, mulai dari penyusunan model bisnis, pengelolaan keuangan, digital marketing, legalitas usaha, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan usaha.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan program inkubasi dirancang bukan sekadar memberikan pelatihan, melainkan membangun kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas. Pendampingan yang intensif harus mampu mengubah cara berpikir pelaku usaha, memperkuat tata kelola bisnis, memanfaatkan teknologi digital, hingga membuka akses terhadap pasar dan pembiayaan. Ketika kapasitas pelaku usaha meningkat, maka omzet dan daya saingnya juga akan ikut tumbuh,” ujar Sandiaga, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Peningkatan paling signifikan dicatat Nain Toe Sik Catering milik Dwi Komalasari. Usaha katering yang dirintis sejak 2018 itu berhasil menggandakan omzet bulanan dari sekitar Rp10 juta menjadi Rp20 juta setelah mengikuti program inkubasi.
Dwi mengatakan sebelum mengikuti pendampingan, usaha dijalankan berdasarkan pengalaman tanpa memiliki perencanaan bisnis yang terstruktur. Berbagai instrumen pengembangan usaha seperti Business Model Canvas (BMC), audit usaha, growth planning, hingga pemanfaatan AI untuk promosi masih asing baginya.
Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno mengatakan program inkubasi dirancang bukan sekadar memberikan pelatihan, melainkan membangun kapasitas pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas. Pendampingan yang intensif harus mampu mengubah cara berpikir pelaku usaha, memperkuat tata kelola bisnis, memanfaatkan teknologi digital, hingga membuka akses terhadap pasar dan pembiayaan. Ketika kapasitas pelaku usaha meningkat, maka omzet dan daya saingnya juga akan ikut tumbuh,” ujar Sandiaga, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Pasar Global Meluas, UMKM Wajib Perluas Jangkauan dan Kompetitif
Peningkatan paling signifikan dicatat Nain Toe Sik Catering milik Dwi Komalasari. Usaha katering yang dirintis sejak 2018 itu berhasil menggandakan omzet bulanan dari sekitar Rp10 juta menjadi Rp20 juta setelah mengikuti program inkubasi.
Dwi mengatakan sebelum mengikuti pendampingan, usaha dijalankan berdasarkan pengalaman tanpa memiliki perencanaan bisnis yang terstruktur. Berbagai instrumen pengembangan usaha seperti Business Model Canvas (BMC), audit usaha, growth planning, hingga pemanfaatan AI untuk promosi masih asing baginya.
Lihat Juga :