Wali Kota Mojokerto Raih KDI 2021 Berkat Inovasi Inkubasi Wirausaha
Jum'at, 05 November 2021 - 23:17 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, penyediaan paling sedikitnya 30 persen tempat usaha bagi UMKM di infrastruktur publik pengelolaan terpadu dan kemitraan usaha UMKM dengan usaha besar dan menengah. Beberapa contoh kebijakan daerah inovatif terkait pemberdayaan UMKM Koperasi dan UKM di dalam negeri di antaranya inovasi di bidang promosi, seperti laman khusus, UMKM di platform marketplace nasional dan juga virtual.
Lalu inovasi dalam perluasan pasar ekspor, dan komunitas dan komoditi komersial ekspor pada sektor rill pertanian, perikanan, dan perkebunan. Inovasi dan terobosan tidak lepas dari transformasi digital. Pemerintah, terutama pemerintah daerah diharapkan terus mendorong percepatan digitalisasi UMKM karena selama pandemic yang bisa bertahan dan hidup adalah UMKM yang sudah terhubung ke ekosistem digital.
"Saya ucapkan selamat dan sukses kepada 16 kepala daerah penerima penghargaan kepala daerah inovatif 2021. Semoga penghargaan ini jadi penyemangat bagi seluruh kepala daerah untuk terus menciptakan program-program terbaik untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.
Ning Ita sangat bersyukur atas penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kota Mojokerto. Penghargaan ini menjadi kado istimewa pada penghujung tahun 2021. "Penghargaan ini menjadi motivasi dan dorongan untuk lebih baik lagi ke depannya, dan terus meningkatkan kinerja, serta inovasi yang produktif dan secepatnya bangkit dari pandemi Covid-19," ucap peraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021.
Ning Ita menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras, sehingga meraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 untuk Kategori Ekonomi. Penghargaan ini tentu semakin mengharumkan nama Kota Mojokerto. “Pemerintah Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih atas penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 untuk Kategori Ekonomi. Mudah-mudahan dengan adanya penghargaan tersebut, dapat lebih memotivasi kami semua untuk bekerja lebih baik lagi di masa-masa mendatang,” katanya.
Di saat pandemi sedang melanda negeri ini, kota Mojokerto yang merupakan kota perdagangan dan jasa tentu merasakan dampak pandemi sangat signifikan. "Banyak sekali masyarakat kami yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa khususnya mikro, kecil, dan menengah ini tidak bisa lagi berusaha akibat adanya berbagai pembatasan, protokol kesehatan, dan regulasi yang diterapkan oleh pemerintah," jelasnya.
Pemerintah Kota Mojokerto berupaya melakukan alih usaha terhadap masyarakat yang terdampak khususnya di sektor UMKM. "Ada beberapa yang kami berikan pelatihan, kemudian pendampingan, selanjutnya kami beri modal usaha dan akhirnya di tahun kedua ini kami bentuk koperasi sesuai dengan sektor atau jenis usahanya masing-masing," jelasnya.
Di awal ada peralihan usaha dari semula industri alas kaki yang merupakan komoditas unggulan ekspor, UMKM kota Mojokerto dialihkan untuk membuat masker, hazmat, dan juga produk-produk yang dibutuhkan di saat pandemi. "Angka kemiskinan yang cukup meningkat tajam hari ini juga sudah mulai ada penurunan," ungkapnya.
Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 untuk Kategori Ekonomi, yang diraih tersebut tidak lepas dari program inovatif yang dilakukan Ning Ita. Perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 12 April 1979, ini melakukan langkah jitu untuk memulihkan perekonomian daerah yang terdampak pandemi Covid-19.
Salah satunya melalui Program Inkubasi Wirausaha berkelanjutan dalam menangani dampak pandemi Covid-19 terhadap industri kecil menengah (IKM), Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pemerintah Kota Mojokerto membuat Inkubasi Wirausaha yang telah berjalan sejak 2020, ini telah membuat para pengusaha kecil Kota Mojokerto menggeliat lagi.
“Jika tahun-tahun sebelumnya kami berfokus pada UKM-UKM yang sudah berjalan, maka pada 2020 dan 2021 fokus kami kepada msyarakat terdampak Covid-19,” ujar Ning Ita.
Inkubasi Wirausaha menyasar para penerima bansos. Ibu dua anak ini berharap agar masyarakat Kota Mojokerto lebih berdaya saing dengan memberikan pelatihan, pendampingan, dan bantuan permodalan. “Jadi kami mendorong terciptanya wirausaha-wirausaha baru yang mayoritas adalah warga terdampak Covid-19. Semoga upaya yang kami lakukan ini nanti benar-benar bisa berdampak memulihkan ekonomi masyarakat kota Mojokerto dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Lalu inovasi dalam perluasan pasar ekspor, dan komunitas dan komoditi komersial ekspor pada sektor rill pertanian, perikanan, dan perkebunan. Inovasi dan terobosan tidak lepas dari transformasi digital. Pemerintah, terutama pemerintah daerah diharapkan terus mendorong percepatan digitalisasi UMKM karena selama pandemic yang bisa bertahan dan hidup adalah UMKM yang sudah terhubung ke ekosistem digital.
"Saya ucapkan selamat dan sukses kepada 16 kepala daerah penerima penghargaan kepala daerah inovatif 2021. Semoga penghargaan ini jadi penyemangat bagi seluruh kepala daerah untuk terus menciptakan program-program terbaik untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.
Ning Ita sangat bersyukur atas penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kota Mojokerto. Penghargaan ini menjadi kado istimewa pada penghujung tahun 2021. "Penghargaan ini menjadi motivasi dan dorongan untuk lebih baik lagi ke depannya, dan terus meningkatkan kinerja, serta inovasi yang produktif dan secepatnya bangkit dari pandemi Covid-19," ucap peraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2021.
Ning Ita menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras, sehingga meraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 untuk Kategori Ekonomi. Penghargaan ini tentu semakin mengharumkan nama Kota Mojokerto. “Pemerintah Kota Mojokerto mengucapkan terima kasih atas penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 untuk Kategori Ekonomi. Mudah-mudahan dengan adanya penghargaan tersebut, dapat lebih memotivasi kami semua untuk bekerja lebih baik lagi di masa-masa mendatang,” katanya.
Di saat pandemi sedang melanda negeri ini, kota Mojokerto yang merupakan kota perdagangan dan jasa tentu merasakan dampak pandemi sangat signifikan. "Banyak sekali masyarakat kami yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa khususnya mikro, kecil, dan menengah ini tidak bisa lagi berusaha akibat adanya berbagai pembatasan, protokol kesehatan, dan regulasi yang diterapkan oleh pemerintah," jelasnya.
Pemerintah Kota Mojokerto berupaya melakukan alih usaha terhadap masyarakat yang terdampak khususnya di sektor UMKM. "Ada beberapa yang kami berikan pelatihan, kemudian pendampingan, selanjutnya kami beri modal usaha dan akhirnya di tahun kedua ini kami bentuk koperasi sesuai dengan sektor atau jenis usahanya masing-masing," jelasnya.
Di awal ada peralihan usaha dari semula industri alas kaki yang merupakan komoditas unggulan ekspor, UMKM kota Mojokerto dialihkan untuk membuat masker, hazmat, dan juga produk-produk yang dibutuhkan di saat pandemi. "Angka kemiskinan yang cukup meningkat tajam hari ini juga sudah mulai ada penurunan," ungkapnya.
Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 untuk Kategori Ekonomi, yang diraih tersebut tidak lepas dari program inovatif yang dilakukan Ning Ita. Perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 12 April 1979, ini melakukan langkah jitu untuk memulihkan perekonomian daerah yang terdampak pandemi Covid-19.
Salah satunya melalui Program Inkubasi Wirausaha berkelanjutan dalam menangani dampak pandemi Covid-19 terhadap industri kecil menengah (IKM), Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pemerintah Kota Mojokerto membuat Inkubasi Wirausaha yang telah berjalan sejak 2020, ini telah membuat para pengusaha kecil Kota Mojokerto menggeliat lagi.
“Jika tahun-tahun sebelumnya kami berfokus pada UKM-UKM yang sudah berjalan, maka pada 2020 dan 2021 fokus kami kepada msyarakat terdampak Covid-19,” ujar Ning Ita.
Inkubasi Wirausaha menyasar para penerima bansos. Ibu dua anak ini berharap agar masyarakat Kota Mojokerto lebih berdaya saing dengan memberikan pelatihan, pendampingan, dan bantuan permodalan. “Jadi kami mendorong terciptanya wirausaha-wirausaha baru yang mayoritas adalah warga terdampak Covid-19. Semoga upaya yang kami lakukan ini nanti benar-benar bisa berdampak memulihkan ekonomi masyarakat kota Mojokerto dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Lihat Juga :