Siasat Syekh Subakir Menumbal Keangkeran di Tanah Jawa

Rabu, 03 November 2021 - 06:15 WIB
loading...
Siasat Syekh Subakir...
Situs Syekh Subakir di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Foto/SINDOnews/Solichan Arif
A A A
BLITAR - Kedatangan Syekh Subakir bisa diterima penduduk Pulau Jawa. Dengan menjunjung tinggi tata krama, Syekh Subakir berhasil mengambil hati orang Jawa. Menurut Umar (60) pengelola situs Syekh Subakir di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Ibarat tamu, Syekh Subakir lebih dulu mengetuk pintu.

Termasuk saat menjalankan misi menyebarkan Islam. Utusan khalifah Baghdad tersebut, lebih dulu meminta izin penguasa tanah Jawa.

Baca juga: Dahsyatnya Rajah Aji Kalacakra saat Syekh Subakir Menumbal Tanah Jawa

"Ibarat tamu, Syekh Subakir kulon nuwun dulu, sehingga bisa diterima penduduk Jawa," tutur Umar (60) kepada SINDOnews. Tidak ada sumber tertulis yang menuliskan kapan Syekh Subakir tiba di tanah Jawa. Begitu juga dengan sosok penampilan Syekh Subakir. Tidak ada yang tahu pasti.

Siasat Syekh Subakir Menumbal Keangkeran di Tanah Jawa


Apakah berbaju gamis lengkap dengan surban di kepala sebagaimana dipakai orang Timur Tengah. Atau meniru cara berpakaian orang Jawa. Umar mengaku tidak tahu. Satu-satunya sumber yang ia pegang selama ini adalah cerita tutur. Umar meyakini cerita Syekh Subakir sebagai penyebar Islam awal di tanah Jawa, benar adanya. "Konon lebih awal dibanding Wali Songo," kata Umar.

Umar juga menerima cerita, Syekh Subakir bukan utusan yang pertama dari Khalifah Baghdad. Jauh sebelumnya, Khalifah sudah pernah mengirim utusan ke Jawa, namun gagal. Penduduk Jawa yang merasa terusik, memangsa para utusan. Orang-orang asing tersebut, dihabisi. Mereka yang selamat, pontang-panting pergi menyelamatkan diri. "Saat itu Jawa masih berupa hutan rimba," terang Umar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Ketum PGI Minta Masyarakat...
Ketum PGI Minta Masyarakat Tak Termakan Video Ceramah JK yang Dipotong dan Dipelintir
Rekomendasi
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Berita Terkini
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved