Mengungkap Misteri Kapal Van Der Wijck yang Terkubur di Perairan Lamongan
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 16:35 WIB
loading...
Kapal Van Der Wijck yang terkenal melalui novel Buya Hamka berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, kini mulai digali fakta keberadaanya. Foto/iNews TV/Abdul Wakhid
A
A
A
LAMONGAN - Ilmuwan, arkeolog, dan penyelam, mengungkap misteri tenggelamnya Kapal Van Der Wijck di perairan Brondong, Kabupaten Lamongan. Kapal Belanda tersebut, begitu melegenda lewat novel karya Buya Hamka berjudul "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck,".
Baca juga: Ngeri! 8 Kapal Pukat Harimau Vietnam Bebas Menangkap Ikan di Natuna
Kapal legendaris tersebut, diduga karam di sekitar perairan Brondong, Kabupaten Lamongan, pada tahun 1936. Saat ini para ilmuwan, arkeolog, dan tim penyelam masih terus melakukan kajian, untuk dapat ditemukan bukti konkrit kapal tersebut berdasarkan ilmu pengetahuan.
Kajian itu dilakukan mulai dari pernyataan masyarakat nelayan, keberadaan monumen tugu peringatan, hingga survei pencarian titik lokasi tenggelamnya kapal. Menurut arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, survei titik lokasi tenggelamnya kapal sudah dilakukan sejak bulan Juni, namun karena perairan Lamongan yang cukup keruh survei kembali dilakukan bulan Oktober ini.
Baca juga: Jumat Legi Malang Raya Diguncang Gempa Bumi, Warga Sampai Gemetaran
Baca juga: Ngeri! 8 Kapal Pukat Harimau Vietnam Bebas Menangkap Ikan di Natuna
Kapal legendaris tersebut, diduga karam di sekitar perairan Brondong, Kabupaten Lamongan, pada tahun 1936. Saat ini para ilmuwan, arkeolog, dan tim penyelam masih terus melakukan kajian, untuk dapat ditemukan bukti konkrit kapal tersebut berdasarkan ilmu pengetahuan.
Kajian itu dilakukan mulai dari pernyataan masyarakat nelayan, keberadaan monumen tugu peringatan, hingga survei pencarian titik lokasi tenggelamnya kapal. Menurut arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, survei titik lokasi tenggelamnya kapal sudah dilakukan sejak bulan Juni, namun karena perairan Lamongan yang cukup keruh survei kembali dilakukan bulan Oktober ini.
Baca juga: Jumat Legi Malang Raya Diguncang Gempa Bumi, Warga Sampai Gemetaran
Lihat Juga :