Ikhlas Batal Berangkat Haji, Pasutri Ini Isi Waktu dengan Berkebun
Rabu, 03 Juni 2020 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
Berbagai persiapan terus dilakukan, bahkan belanja oleh-oleh untuk dibagikan kepada para tetangga dan kerabat, jika mereka sudah pulang haji kelak. Terjadwal, awal Juli besok, mereka berangkat haji. Di rumahnya di kawasan Jalan Profesor Muhammad Yamin, Sukoharjo, Klojen Kota Malang, sudah tersusun rapi sebagian oleh-oleh haji yang sudah dibeli.
Saat secara resmi, Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan bahwa tahun ini tidak ada keberangkatan haji dari indonesia. Tentu saja menjadi kabar yang mengejutkan bagi pasangan Saiful Amin dan Siti Maymunah.
Namun dengan keikhlasan, keduanya menganggap bahwa tidak jadi berangkat haji pada tahun ini, adalah yang terbaik bagi mereka. Berangkat haji pada saat normalisasi usai pandemi juga bukan tidak berisiko bagi mereka yang sudah berusia 55 tahun ke atas ini.
Calon jamaah haji gagal berangkat , Siti Mayunah, mengatakan, gagal berangkat haji karena pandemi membuat kami semakin belajar ikhlas dan berpikir positif bahwa haji yang ditunda ini adalah yang terbaik bagi mereka.
“Positifnya, kami bisa belajar ilmu agama, berlatih manasik haji lebih giat, mempersiapkan fisik dan kesehatan untuk berangkat haji tahun selanjutnya. Untuk menunggu satu tahun ke depan, kami menyibukkan diri dengan kegiatan positif berkebun. Tidak hanya berkebun di rumah, juga merawat kebun kampung," kata dia.
Saat secara resmi, Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan bahwa tahun ini tidak ada keberangkatan haji dari indonesia. Tentu saja menjadi kabar yang mengejutkan bagi pasangan Saiful Amin dan Siti Maymunah.
Namun dengan keikhlasan, keduanya menganggap bahwa tidak jadi berangkat haji pada tahun ini, adalah yang terbaik bagi mereka. Berangkat haji pada saat normalisasi usai pandemi juga bukan tidak berisiko bagi mereka yang sudah berusia 55 tahun ke atas ini.
Calon jamaah haji gagal berangkat , Siti Mayunah, mengatakan, gagal berangkat haji karena pandemi membuat kami semakin belajar ikhlas dan berpikir positif bahwa haji yang ditunda ini adalah yang terbaik bagi mereka.
“Positifnya, kami bisa belajar ilmu agama, berlatih manasik haji lebih giat, mempersiapkan fisik dan kesehatan untuk berangkat haji tahun selanjutnya. Untuk menunggu satu tahun ke depan, kami menyibukkan diri dengan kegiatan positif berkebun. Tidak hanya berkebun di rumah, juga merawat kebun kampung," kata dia.
(nth)
Lihat Juga :