Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara

loading...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Praktik prostitusi di Indonesia sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Prostitusi kian berkembang dan memunculkan lokalisasi legendaris di sejumlah daerah. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
JAKARTA - Praktik prostitusi di Indonesia sudah ada dari dahulu kala. Tulisan terbitan PSDR LIPI berjudul Prostitusi di Jakarta dalam Tiga Kekuasaan, 1930-1959, Sejarah dan Perkembangannya, menjelaskan jika prostitusi telah eksis di awal masa penjajahan Belanda .

Gubernur Jenderal Hindia Belanda periode 1618-1623 dan 1627-1629, JP Coen menentang keras praktek prostitusi di Batavia. Setelah Coen menanggalkan jabatannya, justru praktek prostitusi semakin berkembang dan masih ada hingga sekarang.

Berikut adalah sejarah lokasi prostitusi di Indonesia, yang telah ada dari masa penjajahan Belanda.

1. Macao Po, Jakarta
Lokasi ini merupakan tempat prostitusi pertama yang berdiri di tanah Batavia, yakni sekitar abad ke-17. Melansir Okezone, Macao Po adalah sebuah rumah besar yang dijadikan lokasi pelacuran. Macao Po juga merupakan cikal bakal lokasi prostitusi di Ibukota. Pekerja seks yang bekerja di Macao Po dibawa dari Portugis dan China.



9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara

Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews

Pelanggan setiap Macao Po umumnya adalah tentara-tentara Belanda yang ketika itu ada di Batavia. Hal itu juga didukung dengan lokasi Macao Po yang berada dekat dengan barak tentara Belanda. Tidak semua kalangan bisa berkunjung dan menggunakan jasa pekerja di Macao Po. Hanya tentara Belanda dan masyarakat kalangan atas saja yang mendapat akses ke rumah bordil ini.

Baca juga: Cerita-cerita Polisi Gerebek Tindak Prostitusi, Nomor 2 Bikin Geli

Sementara itu, artikel yang diterbitkan oleh PSDR LIPI berjudul ‘Prostitusi di Jakarta dalam Tiga Kekuasaan, 1930-1959, Sejarah dan Perkembangannya’ menyebut kawasan Macao Po yang semakin berkembang berimbas pula pada meningkatnya lokasi prostitusi lain di Batavia. Apalagi, pemerintah Belanda menerbitkan aturan baru di tahun 1852, yakni pemisahan rumah bordil untuk pihak militer dan sipil. Maka, lokasi pelacuran untuk masyarakat kelas bawah muncul di Gang Mangga.

2. Saritem, Bandung
Tempat prostitusi terkenal yang ada di Bandung, Saritem sudah berdiri sejak 1838. Saritem merupakan nama yang diberikan seseorang Belanda kepada wanita pribumi penjual jamu. Saritem kemudian dijadikan gundik, dan diminta untuk mencari wanita lain guna menemani tentara Belanda yang masih lajang.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top