Menunggu 10 tahun, Calon Jemaah Haji Ini Batal Berangkat Tahun Ini
Selasa, 02 Juni 2020 - 18:58 WIB
loading...
Jemaah Haji Sleman ini sudah menungu berangkat ke Tanah Suci seama 10 tahun, namun tahu ini dia gagal berangkat. FOTO : IST
A
A
A
SLEMAN - Calon jemaah haji asal Sleman ini sudah menunggu 10 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci. Namun tahun ini dia gagal berangkat. Pemerintah memutuskan membatalkan pemberangkatan haji tahun ini.
Siswantoro, 55 warga Mancasan Lor Dero, Condongcatur, Depok, Sleman mengaku ikhlas. Awalnya saat mendengar kabar keputusan pemerintah membatalkan ibadah haji 1441 H/2020 dia mengaku merinding. Keberangkatan ibadah ke Tanah Suci telah dipersiapkan semua. Semua persyaratan sudah terpenuhi, termasuk pelunasan biayanya, tinggal berangkat saja. Meski demikian dia mengaku bisa menerima keputusan ini.
“Keputusan ini saya nilai tepat, untuk menyelamat jamaah, karena COVID-19 belum stabil,” kata Siswantoro, yang tergabung dalam KBIH Raudhah tersebut, Selasa (2/6/2020).
Dirinya juga tidak mempermasalahkan adanya keputusan tersebut. Sebab jika dipaksakan berangkat tentunya akan beresiko tinggi bagi keamanan dan keselamatan jamaah. Terlebih sebelum berangkat ada rangkaian agenda, seperti pamitan dengan bupati dan acara lainnya yang melibatkan orang banyak.
“Saya bisa meneima. Kebijakan ini untuk kebaikan bersama,” jelas karyawan FE UII tersebut.
Siswantoro sendiri rencana akan menunaikan ibadah haji berdua bersama istri dan sesuai jadwal akan berangkat tanggal 29 Juni 2020. Namun dengan pembatalan ini, harus menundannya. Meskipun sudah menunggu selama 10 tahun untuk menuaikan ibadah haji tersebut.
“Saya mendaftar haji tahun 2010. Tidak masalah tetap akan menunggu kabar selanjutnya dari pemerintah,” ungkapnya.
Siswantoro, 55 warga Mancasan Lor Dero, Condongcatur, Depok, Sleman mengaku ikhlas. Awalnya saat mendengar kabar keputusan pemerintah membatalkan ibadah haji 1441 H/2020 dia mengaku merinding. Keberangkatan ibadah ke Tanah Suci telah dipersiapkan semua. Semua persyaratan sudah terpenuhi, termasuk pelunasan biayanya, tinggal berangkat saja. Meski demikian dia mengaku bisa menerima keputusan ini.
“Keputusan ini saya nilai tepat, untuk menyelamat jamaah, karena COVID-19 belum stabil,” kata Siswantoro, yang tergabung dalam KBIH Raudhah tersebut, Selasa (2/6/2020).
Dirinya juga tidak mempermasalahkan adanya keputusan tersebut. Sebab jika dipaksakan berangkat tentunya akan beresiko tinggi bagi keamanan dan keselamatan jamaah. Terlebih sebelum berangkat ada rangkaian agenda, seperti pamitan dengan bupati dan acara lainnya yang melibatkan orang banyak.
“Saya bisa meneima. Kebijakan ini untuk kebaikan bersama,” jelas karyawan FE UII tersebut.
Siswantoro sendiri rencana akan menunaikan ibadah haji berdua bersama istri dan sesuai jadwal akan berangkat tanggal 29 Juni 2020. Namun dengan pembatalan ini, harus menundannya. Meskipun sudah menunggu selama 10 tahun untuk menuaikan ibadah haji tersebut.
“Saya mendaftar haji tahun 2010. Tidak masalah tetap akan menunggu kabar selanjutnya dari pemerintah,” ungkapnya.
Lihat Juga :