Syukuran Tiga Tahun Kepemimpinan Bupati Askolani dan Wakil Bupati Banyuasin Slamet Somosentono
Jum'at, 24 September 2021 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
“Alhamdulillah sudah 65 penghargaan baik di tingkat Nasional maupun Regional yang sudah didapatkan Pemerintah Kabupaten Banyuasin saat ini, namun semua itu bukan menjadi kebanggan kita semua tapi adalah untuk memicu semangat kami dengan Pakde Slamet bersama OPD yang lain, untuk terus bergerak membangun Kabupaten Banyuasin di semua sektor, juga melayani masyarakat sebaik-baiknya, dan melayani semua kebutuhan dan harapan masyarakat di kabupaten banyuasin seperti contoh melayani di bidang administrasi kependudukan.
"Alhamdulillah hari ini sudah 99 persen masyarakat kita sudah punya KTP dengan program inovasi JAM KUNCI (Jemput Bola Rekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik) langsung cetak di tempat yang mendapat penghargaan terbaik di Indonesia dengan mendapatkan insentif 10 milyar lebih dari Kementerian Dalam Negeri dan baru – baru ini juga kita mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut-turut dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan banyak lagi yang kita dapatkan”, ujarnya.
Ia berharap, semua penghargaan tersebut bukan menjadi kebangaan dan kesombongan, tapi untuk memicu semangat bekerja lebih baik lagi ke depannya dan tentunya semua sudah membuktikan kepada masyarakat dan dunia bahwa Banyuasin sudah bisa melakukan sesuatu yang tidak kalah bersaing dengan kabupaten/ kota lain yang ada di Indonesia.
Di masa pandemi Covid-19 hampir semua kabupaten/kota mengalami permasalahan terkait dengan pembiayaan, penganggaran termasuk PAD menurun, dampaknya semua pembangunan terhenti, tapi Alhamdulillah Banyuasin masih dapat melaksanakan pembangunan-pembangunan di Kabupaten Banyuasin.
“Hampir disetiap kabupaten/ota pendapatan dan pembiayaan mengalami kendala, pembangunan tertunda, sementara kita di Banyuasin pembangunan masih bisa dilaksanakan, angka kemiskinan menurun begitupula dengan angka pengangguran, terkait Covid-19,"ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Alhamdulillah kita berada di zona nyaman, itu berkat dukungan masyarakat Banyuasin semua yang patuh terhadap protokol kesehatan sesuai dengan himbauan, sosialisasi mulai dari Dinas Kesehatan, Camat , Lurah dan Kades sampai Satgas Covid-19, itu lah manfaat dari Gotong royong, bersama-sama kita bisa, namun saya secara pribadi belum merasakan kepuasan, saya harap kepada para Camat, Lurah dan Kades untuk mensosialisasikan kepada warga sekitar terhadap kegiatan dan gerakan kita, namun kami menyadari apapun yang kita lakukan pasti ada pro dan kontra, kami sadar itu, Lurah jangan apatis bahkan anti kritik bila kritikan tersebut sesuai dengan fakta yang ada.
"Alhamdulillah hari ini sudah 99 persen masyarakat kita sudah punya KTP dengan program inovasi JAM KUNCI (Jemput Bola Rekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik) langsung cetak di tempat yang mendapat penghargaan terbaik di Indonesia dengan mendapatkan insentif 10 milyar lebih dari Kementerian Dalam Negeri dan baru – baru ini juga kita mendapatkan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 10 kali berturut-turut dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan banyak lagi yang kita dapatkan”, ujarnya.
Ia berharap, semua penghargaan tersebut bukan menjadi kebangaan dan kesombongan, tapi untuk memicu semangat bekerja lebih baik lagi ke depannya dan tentunya semua sudah membuktikan kepada masyarakat dan dunia bahwa Banyuasin sudah bisa melakukan sesuatu yang tidak kalah bersaing dengan kabupaten/ kota lain yang ada di Indonesia.
Di masa pandemi Covid-19 hampir semua kabupaten/kota mengalami permasalahan terkait dengan pembiayaan, penganggaran termasuk PAD menurun, dampaknya semua pembangunan terhenti, tapi Alhamdulillah Banyuasin masih dapat melaksanakan pembangunan-pembangunan di Kabupaten Banyuasin.
“Hampir disetiap kabupaten/ota pendapatan dan pembiayaan mengalami kendala, pembangunan tertunda, sementara kita di Banyuasin pembangunan masih bisa dilaksanakan, angka kemiskinan menurun begitupula dengan angka pengangguran, terkait Covid-19,"ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Alhamdulillah kita berada di zona nyaman, itu berkat dukungan masyarakat Banyuasin semua yang patuh terhadap protokol kesehatan sesuai dengan himbauan, sosialisasi mulai dari Dinas Kesehatan, Camat , Lurah dan Kades sampai Satgas Covid-19, itu lah manfaat dari Gotong royong, bersama-sama kita bisa, namun saya secara pribadi belum merasakan kepuasan, saya harap kepada para Camat, Lurah dan Kades untuk mensosialisasikan kepada warga sekitar terhadap kegiatan dan gerakan kita, namun kami menyadari apapun yang kita lakukan pasti ada pro dan kontra, kami sadar itu, Lurah jangan apatis bahkan anti kritik bila kritikan tersebut sesuai dengan fakta yang ada.
Lihat Juga :