Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Siswa Bintara Polri Asal Raja Ampat Meninggal di SPN Polda Riau, Keluarga Duga Ada Kejanggalan

loading...
Siswa Bintara Polri Asal Raja Ampat Meninggal di SPN Polda Riau, Keluarga Duga Ada Kejanggalan
Siswa Bintara Polri SPN Polda Riau dievakuasi ke mobil ambulanc usai dinyatakan meninggal di rumah sakit. Namun keluarga menduga ada kejanggalan. Foto: Istimewa
SORONG - Siswa Bintara Polri , Rohidin Dihir asal Raja Ampat , yang mengikuti pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau meninggal dunia dalam pendidikan.Namun keluarga menduga ada kejanggalan.

Rohidin Dihir merupakan Siswa Bintara Polri yang mengikuti seleksi masuk Sekolah Bintara Polri melalui Sub Panda Polres Raja Ampat, Polda Papua Barat .

Rohidin adalah pemuda asal Pulau GAG, distrik Waigeo Barat Kepulauan, kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Dia bersama 158 Calon Siswa Bintara asal pengiriman Polres Raja melanjutkan tes tahap dua di Polda Papua Barat dan lolos seleksi yang selanjutnya mengikuti pendidikan di SPN Polda Riau.

Siswa Bintara Polri Asal Raja Ampat Meninggal di SPN Polda Riau, Keluarga Duga Ada Kejanggalan

Baca juga; Kisah Calon Bintara Polri yang Namanya Dihapus, Rafael: Kecewa, Sedih dan Malu



Dari informasi yang didapatkan MNC Portal Indonesia, Rohidin Dihir dilaporkan meninggal akibat sakit. Dari keterangan pihak kepolisian dilaporkan bahwa telah meninggal dunia siswa SPN Polda Riau Hibah Papua Barat atas nama Rohidin Dihir/ Ton II B Yon 1 di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru karena Sakit dengan diagnosa suspect Leukimia + hepatospleenomegali (pembesaran hati dan limpa).

Dari laporan tersebut, kronologis meninggalnya Rohidin disebutkan Siswa tersebut pada tanggal 6 September 2021 pukul 20.00 WIB berobat ke Poliklinik SPN Polda Riau dengan keluhan nyeri perut, diberikan penanganan dan diobservasi di klinik.

Sejak saat itu, Rohidin menjalani penanganan medis beberapa kali hingga meninggal pada Kamis (16/9/2021) pukul 09.15. Kondisi terakhir siswa SPN Polda Riau hibah Papua Barat, dalam laporan tersebut terus memburuk hingga tidak sadarkan diri, mulai dari sesak nafas, keluar air liur dari mulut, apnue (henti nafas), henti jantung, pupil dilatasi maksimal.

Atas kondisi Rohidin tersebut, pihak medis kemudian mengambil langkah tindakan medis dengan memberikan pertolongan resusitasi jantung paru, pemberian obat-obatan emergency, pemasangan monitor ekg (hasil asistol). Namun pada pukul 09.15 WIT, Rohidin dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Sosok Gabriella Meilani, Suster Cantik Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top