Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Owa Siamang Langka Bupati Badung Disita, BKSDA Pastikan Perolehannya Ilegal

loading...
Owa Siamang Langka Bupati Badung Disita, BKSDA Pastikan Perolehannya Ilegal
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyita owa siamang milik Bupati Badung I Nyoman Giriprasta, diduga diduga diperoleh secara ilegal
DENPASAR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyita owa siamang milik Bupati Badung I Nyoman Giriprasta. Satwa dilindungi itu diduga diperoleh secara ilegal.

"Saya pastikan itu ilegal. Kita akan telusuri dari mana didapatkan," kata Kepala BKSDA Bali R Agus Budi Santosa, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Tergelincir Saat Lintasi Jembatan Gantung, Pasutri dan Anaknya Terjun ke Sungai Ciberang

Owa siamang berjenis kelamin betina itu diserahkan Giriprasta ke kantor BKSDA Bali. Pemimpin kabupaten terkaya di Bali itu sempat dikecam warganet karena memelihara satwa bernama latin symphalangus syndactylus ini.



Agus menjelaskan, owa siamang bukanlah satwa endemik di Bali. Kera hitam lengan panjang itu memiliki habitat di Sumatera Barat. Karenanya, penelusuran akan dilakukan guna mengetahui owa siamang berumur dua bulan itu bisa dibawa masuk ke Bali. "Tadi belum sempat ditanyakan karena pak bupati ada agenda lain," ujar Agus.

Dia menegaskan, setiap satwa dilindungi yang masuk ke Bali harus melalui perijinan BKSDA. "Tentu harus diselidiki apakah dari luar Bali atau memang lahir di Bali," imbuhnya.

Agus menambahkan, owa siamang bernama Mimi itu nantinya akan dilepasliarkan ke habitat aslinya di Sumatera Barat. "Sebelum dilepasliarkan, akan direhabilitasi dulu di Pusat Rehabilitasi Owa di Kalaweit, Sumatera Barat," tutupnya.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top