700 Karung Pupuk Palsu Diamankan, 3 Tersangka Pelaku Pemalsuan Diringkus
Selasa, 14 September 2021 - 21:26 WIB
loading...
A
A
A
Dan ternyata ada dua lokasi penyimpanan. Gudang pertama di sebuah ruko di Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan, Kota Lubuklinggau. Di sini ditemukan 325 karung pupuk palsu. Gudang kedua yakni di Desa Pedang, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, juga ditemukan 347 karung pupuk palsu.
Baca juga: Viral, Jin Qorin Pecahkan Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Dari hasil pendalaman, kata Kapolres, modus mereka adalah tersangka Sumari membeli pupuk di Jawa Timur, dengan harga Rp 60.000 per karung. Pupuk tersebut Sumari dapatkan dari home industri.
“Diduga home industri di Jawa Timur itu juga memalsukan merk dagang. Karungnya dibuat mirip dengan yang asli,” ungkapnya.
Kemudian tersangka Sumari mengirim pupuk hingga sampai ke Lubuklinggau, dengan ongkos Rp40 ribu per karung. Lalu menjualnya ke tersangka Nurul Hadi dan Nuryasin dengan harga Rp 200 ribu per karung.
Kedua tersangka, Nurul Hadi dan Nuryasin lalu menjualnya lansung ke petani, dengan harga murah Rp 250 ribu-Rp 350 ribu per karung. Padahal pupuk asli harnya Rp 575 ribu per karung.
“Para tersangka mengedarkan pupuk di wilayah, Kecamatan STL ULU Terawas, Kecamatan Selangit, Kecamatan Megang Sakti, dan Kecamatan Tugu Mulyo," ungkapnya.
Baca juga: Kedapatan Berbuat Asusila di Teras Masjid, Pemuda di Madina Nyaris Dimassa
Baca juga: Viral, Jin Qorin Pecahkan Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Dari hasil pendalaman, kata Kapolres, modus mereka adalah tersangka Sumari membeli pupuk di Jawa Timur, dengan harga Rp 60.000 per karung. Pupuk tersebut Sumari dapatkan dari home industri.
“Diduga home industri di Jawa Timur itu juga memalsukan merk dagang. Karungnya dibuat mirip dengan yang asli,” ungkapnya.
Kemudian tersangka Sumari mengirim pupuk hingga sampai ke Lubuklinggau, dengan ongkos Rp40 ribu per karung. Lalu menjualnya ke tersangka Nurul Hadi dan Nuryasin dengan harga Rp 200 ribu per karung.
Kedua tersangka, Nurul Hadi dan Nuryasin lalu menjualnya lansung ke petani, dengan harga murah Rp 250 ribu-Rp 350 ribu per karung. Padahal pupuk asli harnya Rp 575 ribu per karung.
“Para tersangka mengedarkan pupuk di wilayah, Kecamatan STL ULU Terawas, Kecamatan Selangit, Kecamatan Megang Sakti, dan Kecamatan Tugu Mulyo," ungkapnya.
Baca juga: Kedapatan Berbuat Asusila di Teras Masjid, Pemuda di Madina Nyaris Dimassa
Lihat Juga :