KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
Jum'at, 10 Juli 2026 - 13:26 WIB
loading...
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengenakan masker saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Dia terjaring OTT KPK terkait kasus pemerasan. Foto/Yuwantoro Winduajie
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah barang bukti bernilai miliaran rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, barang bukti yang disita tidak hanya berupa uang tunai rupiah, tetapi juga logam mulia serta mata uang asing.
"Selain mengamankan sejumlah orang tersebut, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai, baik rupiah maupun valas (valuta asing), ada dolar Australia, kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah," kata Budi kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Baca juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jalan Sempoyongan di KPK usai Terjaring OTT
Menurut Budi, perkara yang sedang didalami penyidik diduga berkaitan dengan tindak pidana pemerasan oleh bupati.
"Adapun perkara ini diduga terkait dengan dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati," ujarnya.
Meski demikian, KPK belum merinci bentuk maupun modus dugaan pemerasan tersebut. Budi menyebut penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan.
"Selain mengamankan sejumlah orang tersebut, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai, baik rupiah maupun valas (valuta asing), ada dolar Australia, kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah," kata Budi kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Baca juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jalan Sempoyongan di KPK usai Terjaring OTT
Menurut Budi, perkara yang sedang didalami penyidik diduga berkaitan dengan tindak pidana pemerasan oleh bupati.
"Adapun perkara ini diduga terkait dengan dugaan tindak pemerasan yang dilakukan oleh bupati," ujarnya.
Meski demikian, KPK belum merinci bentuk maupun modus dugaan pemerasan tersebut. Budi menyebut penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan.
Lihat Juga :