Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Gagas Siskamling Digital
Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:55 WIB
loading...
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Iwan Suryawan, mengusulkan inovasi pengawasan lingkungan berupa Siskamling Digital. Foto/istimewa
A
A
A
BANDUNG - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Iwan Suryawan, mengusulkan inovasi pengawasan lingkungan berupa Siskamling Digital di setiap daerah yang memiliki tingkat dinamika sosial tinggi. Khususnya di kawasan aglomerasi dan kota metropolitan seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung Raya.
Langkah responsif ini dinilai mendesak guna menyikapi kasus penyekapan dan penyiksaan di Bandung yang viral baru-baru ini, sekaligus sebagai bentuk evaluasi total agar sistem deteksi dini di perkotaan yang cenderung individualis dapat mencegah kekerasan tersembunyi.
Kawasan urban padat seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan sekitarnya dinilai menjadi wilayah yang paling rentan terhadap hilangnya kontrol sosial akibat pola hidup masyarakatnya yang komuter dan tertutup. "Kita tidak bisa lagi memakai cara-cara lama yang manual sementara pola kejahatan domestik makin tertutup, terutama di kota metropolitan seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Abah Iwan sapaannya menegaskan metode pengawasan lingkungan konvensional yang selama ini bertumpu pada pos ronda malam harus diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digitial yang bisa membantu mendeteksi kejahatan yang terjadi di dalam ruang privat perkotaan yang terkunci rapat. Oleh karena itu, Iwan mendorong pemerintah daerah di seluruh Jawa Barat untuk mentransformasikan sistem keamanan lingkungan tradisional menjadi Siskamling Digital.
Langkah responsif ini dinilai mendesak guna menyikapi kasus penyekapan dan penyiksaan di Bandung yang viral baru-baru ini, sekaligus sebagai bentuk evaluasi total agar sistem deteksi dini di perkotaan yang cenderung individualis dapat mencegah kekerasan tersembunyi.
Kawasan urban padat seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan sekitarnya dinilai menjadi wilayah yang paling rentan terhadap hilangnya kontrol sosial akibat pola hidup masyarakatnya yang komuter dan tertutup. "Kita tidak bisa lagi memakai cara-cara lama yang manual sementara pola kejahatan domestik makin tertutup, terutama di kota metropolitan seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Rekonstruksi Kasus Penganiayaan YTR , Taufik Hidayat Peragakan Pukul Pakai Golok dan Sundut Korban
Abah Iwan sapaannya menegaskan metode pengawasan lingkungan konvensional yang selama ini bertumpu pada pos ronda malam harus diperkuat dengan pemanfaatan teknologi digitial yang bisa membantu mendeteksi kejahatan yang terjadi di dalam ruang privat perkotaan yang terkunci rapat. Oleh karena itu, Iwan mendorong pemerintah daerah di seluruh Jawa Barat untuk mentransformasikan sistem keamanan lingkungan tradisional menjadi Siskamling Digital.
Lihat Juga :