alexametrics

Bupati Sunur: Penjemputan Kloter Terakhir Warga Lembata di Flotim

loading...
Bupati Sunur: Penjemputan Kloter Terakhir Warga Lembata di Flotim
Penjemputan kloter terakhir warga Lembata yang tertahan di Kabupaten Flores Timur berakhir Jumat (29/5/2020).
A+ A-
LEWOLEBA - Penjemputan kloter terakhir warga Lembata yang tertahan di Kabupaten Flores Timur berakhir Jumat (29/5/2020) lalu. "Kita hanya mengurus 68 orang saja, jika ada penambahan yang baru lagi, kita sudah tidak urus lagi," kata Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Todanara Kecamatan Ile Ape Timur pada hari yang sama.

Apolonaris Mayan, selaku ketua karantina dan isolasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lembata menjelaskan, sebanyak 31 orang pada kloter pertama dijemput pada Jumat (22/5/2020) lalu. "Kloter kedua sebanyak 21 orang yang dijemput pada Selasa (26/5/2020) lalu, dan Jumat (29/5/2020) sebanyak 14 orang pada kloter ketiga," jelas Apol yang tiba di Posko Satgas Pelabuhan Laut Lewoleba.

"Kita menjemput 14 warga Lembata yang masih berada di Larantuka Kabupaten Flores Timur pada kloter ketiga ini. Diakui bahwa memang ada peningkatan pelaku perjalanan di Larantuka yang hendak ke Lembata, tetapi kita harus melaporkan ke Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lembata yang tidak lain adalah Bupati Lembata, ungkap Mayan.



Lebih lanjut dikatakan bahwa ke-14 warga pelaku perjalanan yang di jemput pada kloter ketiga akan menjalani karantina terpusat di Puskesmas Lewoleba yang terletak di Desa Pada Kecamatan Nubatukan. "Kepada mereka juga telah disampaikan bahwa kita menjemput pelaku perjalanan berdasarkan data, data yang awalnya 20 kemudian berkembang menjadi 68 orang dan kita tetap konsiten dengan data yang ada, sedangkan yang lain kita tunggu keputusan lebih lanjut," ungkapnya.

Apol Mayan yang juga Kadis Pariwisata itu berharap agar jangan menjadikan proses penjemputan warga pelaku perjalanan di Larantuka sebagai jembatan bagi warga di luar Lembata untuk ke Lembata. Untuk itu, bagi masyarakat Lembata yang hingga saat ini masih berada di luar Lembata agar mengurungkan niat untuk datang ke Lembata, tutup Mayan.

Sementara itu, Bupati Lembata saat diwawancarai Tim Redaksi Kominfo di Desa Todanara terkait permintaan penambahan warga Lembata yang tidak masuk dalam daftar penjemputan kloter terakhir.

"Mereka yang datang harus mengantongi surat keterangan pemeriksaan hasil rapid test sebanyak dua kali dan hasil SWAB yang menyatakan negatif. Hal ini dilakukan agar setiap masyarakat yang datang ke Lembata benar-benar sehat dan tidak terinfeksi Covid-19," tegas Sunur.

Perlu diketahui bersama 68 orang yang tertahan di Kabupaten Flores Timur sebagai akibat diberlakukan penutupan pelayaran angkut penumpang oleh Pemda Lembata sejak 14 April 2020 Ialu. Selain itu, segala proses penjemputan berjalan lancar dan tiba kembali di pelabuhan laut Lewoleba pada Pukul 15.30 WITA. Semua proses penjemputan tetap memperhatikan protokol kesehatan, serta ke-14 orang para pelaku perjanalan yang baru saja tiba itu, langsung dievakuasi oleh tim satgas ke Rumah Karantina yang disiapkan oleh Pemda Lembata.

Penjemputan kloter ketiga dengan menggunakan K.M. Banawa Nusatara 109 dan hadir mendampingi Ketua Gugus Tugas Karantina dan Isolasi Penanganan Covid-19 Lembata, Danposal, KP3 Laut, Kasat Pol PP Markus Lela Udak Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Dokter Hewan Matias Kurniawan Beyen dan Sekertaris Dinas Kesehatan Anselmus Asan Ola.
(ars)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak