SMA Katolik Frateran Maumere Donasi bagi Pengungsi
Rabu, 09 Desember 2020 - 13:17 WIB
loading...
SMA Katolik Frateran Maumere mendonasikan berbagai bantuan bagi pengungsi erupsi Gunung Lewotolok (Ile Lewotolok), Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa (8/12/20).
A
A
A
LEWOLEBA - Sebagai perwujudan rasa peduli dan simpati terhadap para pengungsi erupsi Gunung Lewotolok (Ile Lewotolok), guru dan murid SMA Katolik Frateran Maumere mendonasikan berbagai bantuan yang diserahkan langsung oleh empat perwakilan guru dan anggota osis SMA Katolik di bawah naungan yayasan Bunda Hati Kudus (BHK) tersebut.
Penyerahan bantuan tersebut, diterimah oleh Kalak BPBD Kabupaten Lembata Kanisius Making, yang bertempat di posko utama penanggulangan bencana yang terpusat pada Dinas PUPR Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa (8/12/20).
Kristoforus Igo mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa beras 1 ton, mie instan 200 dos, gula, kopi, pempers bayi, pakian dan peralatan mandi dan cuci yang telah di paket dalam doa sebanyak 20 dos.
Penggalangan bantuan tersebut, kata Igo, merupakan spontanitas dari guru dan para murid di sekolah. Dalam proses penggalangan sedikit mengalami kendala karena pandemi Covid-19, yang mengharuskan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) melalui daring.
"Sehingga kesulitan untuk menyampaikan informasi terkait penggalang donasi bantuan kepada para guru dan murid sekolah. Oleh karena itu, kita membentuk semua panitia kecil yang dikhususkan untuk penggalangan bantuan bagi pengungsi erupsi Ile Lewotolok menggunakan grup Whats App para guru dan murid," papar Igo.
Penyerahan bantuan tersebut, diterimah oleh Kalak BPBD Kabupaten Lembata Kanisius Making, yang bertempat di posko utama penanggulangan bencana yang terpusat pada Dinas PUPR Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa (8/12/20).
Kristoforus Igo mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa beras 1 ton, mie instan 200 dos, gula, kopi, pempers bayi, pakian dan peralatan mandi dan cuci yang telah di paket dalam doa sebanyak 20 dos.
Penggalangan bantuan tersebut, kata Igo, merupakan spontanitas dari guru dan para murid di sekolah. Dalam proses penggalangan sedikit mengalami kendala karena pandemi Covid-19, yang mengharuskan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) melalui daring.
"Sehingga kesulitan untuk menyampaikan informasi terkait penggalang donasi bantuan kepada para guru dan murid sekolah. Oleh karena itu, kita membentuk semua panitia kecil yang dikhususkan untuk penggalangan bantuan bagi pengungsi erupsi Ile Lewotolok menggunakan grup Whats App para guru dan murid," papar Igo.
Lihat Juga :