Pilkada 2020 Digelar 9 Desember, KPU di Sulsel Butuh Tambahan Anggaran
Sabtu, 30 Mei 2020 - 00:40 WIB
loading...
A
A
A
"Yang paling berpengaruh ialah TPS diperbanyak. Kalau mau tidak terlalu banyak pemilih dalam TPS, ya TPS harus diperbanyak. Kalau itu ya, pasti mahal," ujarnya.
Selain itu lanjut Faisal, kebutuhan anggaran juga disebabkan adanya instruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar tahapan pilkada digelar sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Apalagi jika para penyelenggara pemilu harus disediakan alat pelindung diri (APD) .
Baca juga: Janjikan Penambahan dari APBN, DPR Minta KPU Hitung Ulang Anggaran Pilkada
Sejauh ini diakui Faisal, belum ada keputusan soal sumber tambahan anggaran untuk Pilkada Desember 2020. Namun ia berharap, KPU mendapat kucuran dana dari APBN , bukan APBD.
"Kalau APBN kan langsung saja dari KPU RI. Sama saja sebenarnya (dengan APBD), tapi andaikan bisa dari APBN kan tidak perlu komunikasi lagi (dengan pemkab/pemkot). Untuk anggaran pokok pilkada (NPHD) saja, kita masih panjang diskusinya. Bahkan ada beberapa kabupaten/kota yang tidak maksimal pendanaannya," jelasnya.
Selain itu lanjut Faisal, kebutuhan anggaran juga disebabkan adanya instruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar tahapan pilkada digelar sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Apalagi jika para penyelenggara pemilu harus disediakan alat pelindung diri (APD) .
Baca juga: Janjikan Penambahan dari APBN, DPR Minta KPU Hitung Ulang Anggaran Pilkada
Sejauh ini diakui Faisal, belum ada keputusan soal sumber tambahan anggaran untuk Pilkada Desember 2020. Namun ia berharap, KPU mendapat kucuran dana dari APBN , bukan APBD.
"Kalau APBN kan langsung saja dari KPU RI. Sama saja sebenarnya (dengan APBD), tapi andaikan bisa dari APBN kan tidak perlu komunikasi lagi (dengan pemkab/pemkot). Untuk anggaran pokok pilkada (NPHD) saja, kita masih panjang diskusinya. Bahkan ada beberapa kabupaten/kota yang tidak maksimal pendanaannya," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :